Berita

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Pan RB) Tjahjo Kumolo/RMOL

Nusantara

Menpan RB: Media Zaman Sekarang Dibuat Untuk Hajar Pejabat

JUMAT, 07 FEBRUARI 2020 | 11:35 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Pan RB) Tjahjo Kumolo menjadi pembicara di acara Hari Pers Nasional yang diselenggarakan di Hotel Aria Barito, Jalan MT Haryono, Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (7/2).

Dalam sambutannya Tjahjo mengatakan pemerintah dan instansi atau lembaga memerlukan keberadaan pers termasuk jajaran TNI-Polri hingga tokoh masyarakat dan juga perguruan tinggi. Semua juga membutuhkan jaringan media, begitupula sebaliknya.

“Bahkan pejabat publik, ASN khususnya dalam lingkup Kemenpan RB, harus 24 jam lewat humasnya harus siap untuk ditanya,” ucap Tjahjo.


Mantan Menteri Dalam Negeri ini juga menyinggung PWI pada zaman orde baru yang dianggapnya sangat luar biasa menjadi seorang insan pers.

“Orang bikin media aja sulit. Orang bikin kartu media aja sulit sekali, ada lipsusnya segala macam. Ketua PWI merangkap menteri penerangan, [yaitu] Pak Harmoko,” katanya.

Dia menambahkan, pada zaman orde baru terlepas orang suka atau tidak suka, peranan PWI dan Menteri Penerangan sangat luar biasa, lantaran menjadi penyambung lidah masyarakat yang mengabarkan setiap pagi mengenai ekonomi makro dan mikro.

“Sekarang gimana? Sekarang orang biasa setiap saat bikin tabloid, bikin media orang yang tujuannya untuk menghajar pejabat, untuk menghajar seorang,” tegasnya.

“Bikin kartu wartawan 10 pun bisa. Dulu, wartawan kalau mau tanya pejabat tanya langsung apa masalah ini. Sekarang; Bapak ngomong aja Pak, saya tulis. Bapak kirim WA aja, Pak. Ini juga tantangan,” tandasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya