Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Ribuan Pekerja China Di Morowali Dikarantina, Begini Klarifikasi PT IMIP

SELASA, 04 FEBRUARI 2020 | 11:10 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Seiring dengan semakin luasnya penyebaran Novel Coronavirus (2019-nCoV), semakin meningkat pula kekhawatiran publik yang berujung pada ketakutan berlebih. Masyarakat pun menanggapi isu yang muncul dengan penuh kecemasan.

Misalnya saja isu mengenai pabrik bijih nikel dan baja, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), di Morowali, Sulawesi Tengah, yang mengkarantina 43.000 pekerjanya karena takut akan wabah virus dari Wuhan tersebut.

Dalam keterangan tertulisnya pada Senin (3/2), jurubicara perusahaan, Dedy Kurniawan, mengungkapkan pihaknya tidak pernah mengkarantina apalagi mengurung para pekerja. Melainkan memberikan pembatasan akses keluar masuk dengan izin tertulis.


"Bukan mengurung, tapi memberikan akses terbatas kepada karyawan, khususnya para tenaga kerja asing," jelas Dedy.

Sebelumnya, beberapa media asing seperti AFP hingga France24 melaporkan isu karantina tersebut dalam sebuah artikel bertajuk "Thousands on virus lockdown at China-backed plant in Indonesia".

Dalam artikel tersebut, IMIP yang memiliki sekitar 5.390 pekerja dari China dilaporkan menutup pusat penambangan. Para pekerja juga diharuskan tetap tinggal di komplek pabrik seluas 2.000 hektar milik China's Shanghai Decent Investment Group itu untuk menjalani tes medis.

Lebih lanjut, Dedy menjelaskan, pihaknya memang meminta seluruh karyawan untuk menjalani tes medis. Di beberapa titik, terutama pintu masuk dan keluar juga sudah disediakan pemindai suhu bagi para karyawan dan tamu dari luar negeri.

"Kami telah mengidentifikasi dan menyaring pekerja asing dari Wuhan. Kami juga berhenti menerima pekerja asing," kata Dedy kepada AFP pada Jumat (31/1).

Dalam artikel tersebut, Dedy juga mengungkapkan tidak ada suspect corona setelah menjalani tes medis. Namun dari beberapa laporan media lain, Dinas Kesehatan Morowali belum mendapatkan hasil tes tersebut.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya