Berita

Menhan AS Mark Esper/Net

Dunia

AS Gunakan Fasilitas Militer Untuk Karantina 1.000 Suspek Corona

MINGGU, 02 FEBRUARI 2020 | 14:21 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat akan menggunakan fasilitas militer untuk dijadikan tempat karantina bagi sekitar 1.000 orang yang dievakuasi dari China akibat wabah virus Novel Corona (2019-nCoV).

Hal ini merupakan permintaan dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) kepada Departemen Pertahanan. Di mana pada Sabtu (1/2), Menteri Pertahanan Mark Esper menyetujui permintaan dari HHS untuk menggunakan beberapa fasilitas yang mampu setidaknya menampung 250 orang di tiap kamar berbeda hingga 29 Februari.

Dari laporan AP, untuk perawatan, transportasi, dan keamanan para pengungsi, akan menjadi tanggung jawab dari HHS.


Ada pun fasilitas militer yang dipilih oleh Departemen Pertahanan adalah Resimen ke 168, Institut Pelatihan Regional, Fort Carson, Colorado; Pangkalan Angkatan Udara Travis, California; Pangkalan Angkatan Udara Lackland, Texas; dan Pangkalan Udara Korps Marinir Miramar, California.

Di Markas Cadangan Riverside sendiri belum ada yang menunjukkan tanda-tanpa terinfeksi. Namun mengingat masa inkubasi memakan waktu hingga dua pekan, mereka masih diharuskan diinapkan di sana.

Hal yang sama juga terjadi di pangkalan militer di California bagian selatan. Di mana hampir 200 warga negara Amerika yang diungsikan dari Wuhan masih harus dikarantina di sana.

Pada Jumat (31/1), Presiden AS Donald Trump sudah menandatangani keputusan untuk melarang masuknya WN Asing yang telah melakukan perjalanan ke China dalam 14 hari terakhir, kecuali keluarga dekat dengan WN Amerika atau penduduk tetap.

Sementara itu, bagi WN Amerika dari China akan diizinkan masuk dengan syarat harus menjalani karantina selama 14 hari. Terutama yang berasal dari Provinsi Hubei.

Mulai Minggu (2/2), AS juga akan mulai mengalihkan penerbangan ke AS dari China ke tujuh bandara utama tempat penumpang dapat di-screening.


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya