Berita

Peter F. Gontha/Net

Bisnis

Cerita Peter F Gontha Soal Garuda Hingga Keterlibatan Chairul Tanjung

JUMAT, 24 JANUARI 2020 | 02:32 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Mantan Dutabesar Indonesia untuk Polandia, Peter F Gontha menceritakan perjalanan Garuda Indonesia yang belakangan diterpa beragam masalah.

Diketahui, saat ini Peter telah ditunjuk sebagai Komisaris Garuda Indonesia dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPLSLB), Rabu (22/1). Penunjukan ini menjadi kali kedua setelah pada 2011-2014, jabatan tersebut juga ia emban.

Dilansir dari facebooknya, Peter menceritakan pelepasan saham yang dilakukan Garuda Indonesia medio 2011 melalui penawaran umum perdana (IPO) dengan harga penawaran awal sebesar Rp 750-Rp 1.100 per lembar saham di mana harga tersebut dinilai pasar terlalu mahal.


Namun harga tersebut disanggupi Muhammad Nazaruddin, yang saat itu menjadi Bendahara Partai Demokrat.

Lambat laun, Nazaruddin disebut tidak muncul saat pembayaran lantaran sadar bahwa harga saham tersebut jauh di atas kisaran harga nilai perusahaan. Di sinilah ia menceritakan peran Chairul Tanjung (CT), pengusaha yang kini didapuk sebagai Wakil Komisaris Utama Garuda.

"Untuk tidak hilang muka, pemerintah meminta kelompok perusahaan pimpinan Chairul Tanjung datang menjadi dewa penyelamat. Akhirnya CT setuju membeli saham Garuda sebanyak 29% dengan harga total sekitar 300 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,5 triliun dengan harga saham rata-rata Rp 600-Rp 650," tulisnya, Rabu (23/1).

"CT setuju namun oleh 'orang tertentu' dianggap CT langsung mengantongi keuntungan ratusan miliar rupiah. Padahal harga saham terus merosot ke kisaran Rp 500 (sekarang bahkan hanya Rp 460)," sambungnya.

Dengan jumlah saham yang signifikan, lanjutnya, kelompok usaha CT hanya mendapat hak kedudukan dua komisaris, yaitu Chris Kanter dan dirinya. Peter menyebut, seharusnya Chairul Tanjung mendapat hak perwakilan dua komisaris dan dua direksi.

Bahkan, pada era Rini Soemarno, jatah Komisaris dari pihak CT dikurangi yang tadinya dua komisaris hanya mendapat jatah satu komisaris saja. Dengan hasil kinerja yang buruk itu, Peter menilai wajar jika selama ini ia mengeluhkan kinerja para direksi.

Oleh karenanya, saat ini ia akan melakukan pengawasan lebih ketat agar manajemen Garuda yang baru tak bisa main-main.

"Hanya Tuhan YMK yang mengetahui akhir cerita Garuda. Tantangan dan pekerjaan yang luar biasa sulitnya, semoga bisa kita perbaiki. Apakah saya bisa, sementara umur saya juga tidak muda lagi," tutupnya.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

RT/RW Didorong Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Senin, 06 Juli 2026 | 14:25

PKS Minta Kader di Daerah Dorong Perda Larang Kampanye LGBTQ

Senin, 06 Juli 2026 | 14:23

Bantah Isu PHK, Agrinas Palma Klaim Bakal Rekrut Lebih dari 20 Ribu Pekerja

Senin, 06 Juli 2026 | 14:13

Israel Berambisi Ciptakan Senjata Laser untuk Perang Antariksa

Senin, 06 Juli 2026 | 13:59

66 Negara Ini Melarang Homoseksual, Termasuk Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 13:57

Perpres soal LGBTQ Sejalan dengan Aspirasi Mayoritas Rakyat

Senin, 06 Juli 2026 | 13:51

Kubu Jokowi Nilai Praperadilan Kedua Roy Suryo Upaya Mengulur Persidangan

Senin, 06 Juli 2026 | 13:49

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Perempuan di Jawa Tengah

Senin, 06 Juli 2026 | 13:40

Kudeta Halus terhadap Calon Presiden

Senin, 06 Juli 2026 | 13:36

Tersangka Pemberi Suap Bupati Langkat Masih di Rutan Polda Sumut, KPK Perkuat Bukti

Senin, 06 Juli 2026 | 13:27

Selengkapnya