Berita

Yasonna Laoly dalam Pertemuan dengan duta besar negara Uni Eropa/Net

Politik

Yasonna Bahas Progres Bebas Visa Schengen Saat Temui Dubes Negara Uni Eropa,

RABU, 15 JANUARI 2020 | 06:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, membahas perkembangan terkait kemungkinan diberlakukannya bebas visa Schengen terhadap Warga Negara Indonesia.

Visa Schengen adalah visa khusus yang diberikan untuk masuk ke 26 negara di Eropa yaitu Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, dan Liechtenstein.

Permintaan bebas visa Schengen itu ia sampaikan dalam pertemuan dengan 20 duta besar negara Uni Eropa di Gedung Sekretariat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Selasa (14/1).


"Dalam pertemuan itu saya juga menyampaikan tentang kerja sama di bidang imigrasi, untuk mempertimbangkan memberikan bebas visa Schengen ke kita," ujar Yasonna, ujar Yasonna usai pertemuan.

Indonesia belum mendapatkan fasilitas bebas visa untuk berkunjung ke 26 negara itu. Sementara Indonesia telah memberikan bebas visa terhadap warga negara yang tergabung dalam organisasi Uni Eropa untuk berkunjung ke Tanah Air.

Yasonna berharap agar Uni Eropa juga memberlakukan kebijakan yang sama, dengan memberikan bebas visa Schengen kepada Warga Negara Indonesia.

"Kita sudah memberikan bebas visa kunjungan untuk turisme dan bisnis, maka kita juga meminta asas timbal balik supaya mereka pertimbangkan untuk memberikan bebas visa Schengen ke kita," harap Yasonna.

Selain membahas soal progres bebas visa Schengen, dalam pertemuan itu dibahas pula sejumlah hal terkait peningkatan hubungan antara pemerintah Indonesia dan Uni Eropa.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya