Berita

Jokowi Bertemu Sarkissian/Setpres

Politik

Bertemu Presiden Armenia, Jokowi Sampaikan Hubungan Sejarah, Bebas Visa, Dan Kemajuan IT Indonesia

SELASA, 14 JANUARI 2020 | 07:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di hari kedua dalam kunjungannya ke Abu Dhabi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan hubungan bilateral dengan Presiden Armenia Armen Sarkissian. Jokowi menyampaikan, Indonesia dan Armenia memiliki hubungan sejarah yang cukup lama.

“Kita harus dorong hubungan sejarah ini menjadi kerja sama yang saling menguntungkan ke depan,” ucap Presiden Jokowi dalam pertemuan yang dilakukan di Hotel Emirates Palace, Senin (13/1), waktu setempat.

Pada pertemuan itu, Presiden Jokowi meminta adanya program bebas visa bagi WNI yang berkunjung ke negara itu.


"Indonesia telah memberikan bebas visa untuk rakyat Armenia. Saya meminta pertimbangan agar Armenia juga dapat memberikan bebas visa bagi Indonesia," urai Jokowi.

Dengan program bebas visa,  dapat semakin mengakrabkan hubungan antarmasyarakat (People to People) antara kedua negara, Armenia dan Indonesia.

Sarkissian menyambut baik usulan Jokowi. Ia mengatakan akan segera menindaklanjuti hal ini.

“Saya akan segera perintahkan pejabat yang berwenang untuk segera memproses bebas visa ini,” ucap Sarkissian.

Jokowi juga berharap kerja sama di bidang teknologi informasi (TI) dapat ditingkatkan dan menjadi salah satu prioritas kerja sama kedua negara.
Jokowi menyebut, saat ini Indonesia memiliki banyak Industri start-up dan inovasi yang sedang berkembang.

"Industri start-up dan inovasi juga sedang berkembang di Indonesia dan masuk dalam 10 negara dengan jumlah unicorn terbanyak di dunia," ujar Jokowi.

Kembali, Sarkissian menyambut baik rencana kerja sama di bidang IT. "Tentu saja kami bersedia bekerja sama dengan Indonesia di bidang teknologi informasi. Bahkan pendidikan di kami telah berbasis teknologi informasi," sahut Sarkissian.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Armenia antara lain, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Duta Besar RI untuk PEA Husin Bagis.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya