Berita

Asabri/Net

Bisnis

Kasus Asabri, Dulu Juga Pernah Kebobolan

SABTU, 11 JANUARI 2020 | 06:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

BUMN benar-benar dikepung banyak persoalan. Belum selesai kasus Jiwasraya, kini muncul masalah  dari perusahaan PT Asuransi ABRI  (Asabri).

Asabri  diterpa isu dugaan korupsi. Perseroan terbatas yang mengumpulkan premi dari prajurit TNI itu mengalami kerugian hingga 10 triliun.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah memanggil Direktur Keuangan dan Investasi PT Asabri (Persero) Rony Hanityo Apriyanto untuk dimintai keterangan. 
"Menerangkan ini saja, gimana situasi dan kasusnya Asabri, pemaparannya lah, kondisi objektif Asabri, apa yang terjadi, situasinya bagaimana, asetnya bagaimana, cashnya bagaimana," kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga saat dihubungi wartawan, Jumat (10/1).

"Menerangkan ini saja, gimana situasi dan kasusnya Asabri, pemaparannya lah, kondisi objektif Asabri, apa yang terjadi, situasinya bagaimana, asetnya bagaimana, cashnya bagaimana," kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga saat dihubungi wartawan, Jumat (10/1).

Menelusuri catatan perjalanan Asabri, perusahaan ini pernah kebobolan pada 1995. Uang para prajurit sebesar Rp 410 miliar jebol. Dirut PT Asabri Mayjen (Purn) Subarda Midjaja ditetapkan sebagai tersangka.

Setelah melalui persidangan panjang, Subarda dihukum 4 tahun penjara dan denda Rp 30 juta subsider 6 bulan kurungan. Subarda juga dihukum membayar uang pengganti kurang-lebih Rp 33 miliar, pada 2009.

Subarda menyatakan uang prajurit disimpan dalam bentuk deposito di BNI. Tidak ada uang yang dibobol sampai Rp 410 miliar.

"Pokoknya duit prajurit itu ada di BNI semua," jelas Subarda kepada wartawan.

Dari Subarda, akhirnya terciduk juga pengusaha Henry Leo.  Henry dihukum 6 tahun penjara terkait bobolnya dana Asabri.

Diketahui Asabri merupakan salah satu pemegang saham terbesar pada PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) yang disebut-sebut sebagai salah satu saham 'gorengan' Jiwasraya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya