Berita

Wakil Presiden Ma'ruf Amin/Net

Bisnis

Soal Sertifikasi Halal, Maruf Sebut Ada Lembaga Baru BPJPH Dan SiHalal

KAMIS, 09 JANUARI 2020 | 18:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wakil Presiden Maruf Amin meminta setiap menteri untuk melaporkan perkembangan pelaksanaan jaminan produk halal agar tidak menimbulkan masalah dan gangguan. Maruf memanggil sejumlah menteri untuk membahas perkembangan penerapan regulasi tersebut.

“Ini menyangkut pelaksanaan yang memerlukan persiapan-persiapan pendaftaran, lembaga pemeriksa halal, penilaian produk, persiapan tarif, persiapan sistem informasi yang tentu harus siap,” kata Wapres Maruf usai memimpin rapat pelaksanaan UU 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal, di Kantor Wapres Jakarta, Kamis (9/1).

Dengan adanya lembaga baru, yakni Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), yang bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam memberikan sertifikasi halal, MAruf ingin setiap kementerian dan dua lembaga tersebut berkoordinasi dengan baik.


“Ada hal-hal yang sebelumnya ditangani oleh MUI, dan sekarang oleh BPJPH dan melibatkan MUI soal kefatwaan dan hal lain menyangkut auditor, kemudian juga soal lembaga pemeriksa halal; maka semua harus jelas sehingga tidak terjadi lagi hambatan dalam pelaksanaannya,” jelas Maruf.

Rapat dihadiri Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro serta Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Sebelumnya, pada 16 Oktober 2019, sebelas pimpinan kementerian dan lembaga pemerintah non-kementerian (K/L) telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) tentang Penyelenggaraan Layanan Sertifikasi Halal (PLSH) bagi Produk yang Wajib Bersertifikat Halal di Kantor Wakil Presiden, Jakarta.

Pemberlakuan sertifikasi halal akan dilakukan secara bertahap; pertama ialah proses pemberlakukan label halal untuk produk makanan, minuman, dan produk jasa terkait keduanya selama lima tahun, yakni 17 Oktober 2019 hingga 17 Oktober 2024.

Tahap kedua, sertifikasi halal wajib diberlakukan untuk produk selain makanan yang berlaku mulai 17 Oktober 2021 dengan rentang waktu tujuh tahun, 10 tahun dan 15 tahun.

Tahapan sertifikasi halal dilakukan yakni pertama, pelaku usaha mendaftarkan diri dengan membawa berkas persyaratan ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kedua, BPJPH kemudian memeriksa kelengkapan berkas persyaratan tersebut, yang saat ini sedang dikembangkan sistem informasi halal atau SIHalal.

Ketiga, pelaku usaha menentukan lembaga pemeriksa halal (LPH) untuk meneliti dan menguji produk atau barang yang akan mereka jual kepada konsumen. Keempat, LPH membawa hasil pengujian barang tersebut ke MUI untuk diberikan fatwa halal terhadap sebuah produk. Terakhir, hasil dari sidang fatwa halal MUI tersebut diserahkan kembali ke BPJPH untuk diterbitkan sertifikasi halal.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya