Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Bisnis

Jokowi Minta Dubes Jadi Duta Investasi Agar Tidak Tekor

KAMIS, 09 JANUARI 2020 | 14:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan seluruh duta besar (dubes) RI menjadi duta investasi dan ekspor.  Hal ini karena diplomasi ekonomi perlu lebih ditingkatkan tanpa harus mengurangi porsi diplomasi lainnya sesuai amanah konstitusi.

Jokowi juga menyebut, Indonesia baru merdeka jika berhasil menyelesaikan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) atau 'tekor'.

Hal itu diungkapkannya saat membuka rapat kerja kepala perwakilan Republik Indonesia dengan Kementerian Luar Negeri di Istana Negara, Jakarta Pusat.


Kepada para dubes Jokowi mengingatkan untuk terus melakukan diplomasi ekonomi di negara mereka ditempatkan.

"Saya ingin kita semuanya fokus kepada diplomasi ekonomi. Saya ingin 70-80 persen apa yang kita miliki fokusnya di situ, diplomasi ekonomi, karena itulah yang sekarang ini sedang diperlukan oleh negara kita," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/1).

"Goal-nya ke mana? Goal-nya ke current account deficit kita menjadi plus tidak negatif, neraca perdagangan kita menjadi plus tidak negatif. Goal-nya ke sana," lanjut Jokowi.

Jokowi mengatakan upaya yang akan dilakukan adalah dengan mencari sebanyak mungkin produk substitusi impor. Misalnya mengundang investor luar negeri yang mampu mengubah batubara menjadi produk gasifikasi (DME), kelapa kopra menjadi avtur, hingga produk petrokimia lainnya yang selama ini masih menjadi beban neraca perdagangan.

"Kalau kita neraca transaksi berjalan kita sudah positif, baik, saat itulah kita betul-betul baru merdeka. Dengan siapa pun kita berani karena tidak ada ketergantungan apa pun mengenai sisi keuangan, sisi ekonomi," jelas dia.

JOkowi menargetkan penyelesaikan CAD hingga tekor neraca perdagangan selama tiga sampai empat tahun ke depan. Dia pun meminta bantuan para dubes RI yang menjadi duta investasi dan ekspor.

"Arahnya ke sana, sehingga bantuan dari para duta besar mengenai ini, urusan investasi, sebagai duta investasi sangat penting sekali," tegas Jokowi.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

RT/RW Didorong Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Senin, 06 Juli 2026 | 14:25

PKS Minta Kader di Daerah Dorong Perda Larang Kampanye LGBTQ

Senin, 06 Juli 2026 | 14:23

Bantah Isu PHK, Agrinas Palma Klaim Bakal Rekrut Lebih dari 20 Ribu Pekerja

Senin, 06 Juli 2026 | 14:13

Israel Berambisi Ciptakan Senjata Laser untuk Perang Antariksa

Senin, 06 Juli 2026 | 13:59

66 Negara Ini Melarang Homoseksual, Termasuk Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 13:57

Perpres soal LGBTQ Sejalan dengan Aspirasi Mayoritas Rakyat

Senin, 06 Juli 2026 | 13:51

Kubu Jokowi Nilai Praperadilan Kedua Roy Suryo Upaya Mengulur Persidangan

Senin, 06 Juli 2026 | 13:49

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Perempuan di Jawa Tengah

Senin, 06 Juli 2026 | 13:40

Kudeta Halus terhadap Calon Presiden

Senin, 06 Juli 2026 | 13:36

Tersangka Pemberi Suap Bupati Langkat Masih di Rutan Polda Sumut, KPK Perkuat Bukti

Senin, 06 Juli 2026 | 13:27

Selengkapnya