Berita

Lukman saat meninjau korban banjir/Net

Nusantara

PAN Jakarta: Alokasi Dana Penanggulangan Banjir Perlu Dikoreksi

SENIN, 06 JANUARI 2020 | 11:15 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Persis pada libur tahun baru 2020, DKI Jakarta dan sejumlah daerah penyangga di sekitarnya diterjang genangan air hingga banjir besar.

Amukan air di Katulampa menjadi tanda bahwa sungai sepanjang Bogor hingga Jakarta akan dipenuhi air. Banjir kiriman, demikian orang sering menamai fenomena tersebut.

Menurut hitungan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), intensitas atau volume hujan yang turun dalam sehari pada Selasa sore hingga Rabu dinihari setara dengan hujan untuk kurun sebulan.


Dengan perhitungan tersebut, maka daerah resapan air pasti kewalahan menyerap dan menampung air hujan yang turun sangat deras.

Puluhan korban pun dipaksa meregang nyawa akibat banjir ini. Hitungan tersebut bukan hanya untuk Jakarta, namun sejumlah kota di sekitarnya yang juga dihantam banjir yang menyeret sejumlah kendaraan roda empat, kendaraan roda dua, bahkan menghancurkan rumah warga.

Tak terhindarkan, bencana ini mengundang banyak perbincangan. Banyak orang berdebat bahkan saling menyalahkan satu sama lain.

Terkait hal ini, Ketua Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim menyatakan, saat ini tak etis bagi kita untuk berdebat di kala rakyat tengah menjadi korban pasca banjir yang masih menanti bantuan.

Sebagai bagian dari rakyat yang juga membawa amanat rakyat, pada peristiwa banjir kali ini, Lukman mencatat beberapa hal.

"Pertama, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dalam hal ini dinas-dinas terkait perlu mengoreksi kembali alokasi dana terkait penanggulangan banjir sejak dari pencegahan hingga penanganan pasca banjir," ungkapnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (6/1).

Hal ini menurutnya penting untuk dilakukan mengingat Jakarta adalah kota yang rutin diterpa banjir.

Selanjutnya, yang mendesak untuk segera dilakukan adalah pemprov melalui dinas terkait harus segera bergerak cepat memberikan bantuan yang sangat diperlukan korban pasca banjir.

Lukman bercerita ketika kemarin berkeliling menghampiri warga korban banjir di sejumlah RW di daerah Kosambi, Jakarta Barat, dia masih mendapat laporan dari masyarakat bahwa masih ada korban banjir yang belum mendapat bantuan.

"Melalui amatan kami setelah turun langsung dan mendengar keluhan warga, mereka sangat membutuhkan selimut, pakaian layak pakai, perlengkapan sekolah anak, serta pasokan air bersih yang sangat kurang," ucapnya.

"Selain bantuan medis, bantuan untuk membersihkan sampah yang masih berserak pasca banjir juga sangat dibutuhkan. Sebab penyakit akan bermunculan pasca banjir," tutup Lukman menambahkan.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya