Berita

Ilustrasi Korban Meninggal Keracunan/Net

Nusantara

Listrik Padam, Satu Keluarga Keracunan Karbon Monoksida Dari Genset

JUMAT, 03 JANUARI 2020 | 10:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Satu keluarga ditemukan tewas di kontrakannya di Pulo Gadung, Jakarta Timur. Mereka diduga tewas akibat menghirup karbon monoksida (CO) dari asap genset.

"Diduga keracunan genset dari kesimpulan sementara," ujar Kapolsek Pulo Gadung Kompol Lindang Lumban, Jumat (3/1). "Kejadiannya kemarin, tapi kan tadi malam baru diketahui saksi, kakak iparnya jam 11 malam."

Keempatnya adalah seorang suami, istri, dan dua orang anak.


"Anaknya laki-laki 9 tahun, (anak) perempuan 4 tahun, suaminya 34 tahun, perempuan (istrinya) 31 tahun," sebut Lindang.

Korban menyalakan genset di kontrakan karena listrik padam. Usai menyalakan genset, korban sekeluarga kemudian tidur.

"Jadi pas lampu mati, ini korban menyalakan genset di kamar, korban kan ngontrak satu kamar. Habis itu, mereka tidur, tanggal 2 ya," tutur Lindang

Saksi datang ke kontrakan korban untuk memberikan makanan. Namun, korban sekeluarga dilihatnya masih tidur.

"Itu kontrakan mereka satu dinding, kamar-kamar. Itu kemarin siang jam 1, saksi ini kan masak memberikan nasi sama telur kepada korban, tapi masih tidur itu Kamis jam 1 siang," katanya.

Saksi kembali mendatangi rumah korban pada malam harinya, namun kontrakan gelap. Saksi yang merupakan kakak sang ibu pun curiga. Saksi, kata Lindang, kemudian mengecek dalam rumah dan menemukan darah sudah keluar dari mulut dan telinga para korban.

"Tadi malam jam 11 malam, saksi ini ngasih makanan lagi, tapi kok masih tidur yaa curiga kenapa kok masih tidur terus, itu saksi memegang saksinya korban ini, kok dingin, karena masih lampu mati kan, padahal listrik sudah nyala, tapi lampu mati. Baru disenter lah, pakai hape, ternyata sudah ada darah keluar dari mulut dan kuping," jelasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya