Berita

Ika Agustin Ningrum memberi penjelasan ke Muhajir Effendy dan Doni Monardo/Net

Nusantara

Kepada Kepala BNPB Dan Menko PMK, Anak Buah Anies Jamin Pintu Air Manggarai Aman

KAMIS, 02 JANUARI 2020 | 19:14 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengatasi banjir kiriman dari wilayah selatan telah berhasil. Tampak dari muka air di Pintu Air Manggarai, Jalan Tambak, Manggarai, Jakarta Selatan yang telah surut pada Kamis (2/1).

Kepala Bidang Sungai dan Pantai Sistem Aliran Tengah, Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum memberi laporan tersebut pada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhajir Effendy yang berkunjung ke lokasi.

Kepada keduanya, Ika memastikan bahwa status Pintu Air Manggarai sudah berada di fase Siaga 4.


"Dalam waktu dekat kita sudah sampai Siaga 4, ini (pintu air manggarai) kita kosongkan pak, supaya nanti ketika hujan (datang lagi) cukup kapasitasnya," terang Ika kepada Muhajir dan Doni, di lokasi Pintu Air Manggarai.

Dalam kesempatan itu, Menko PMK Muhajir menanyakan langkah antispatif yang bakal dilakukan jika curah hujan datang kembali.

Ika pun menjawab, pola buka tutup Pintu Air Manggarai akan dilakukan dengan memperhatikan debit air yang masuk dari daerah selatan, yakni Depok dan Bogor.

Selain itu, pasang surut ketinggian air laut juga terus dipantau oleh jajaran Dinas Sumber Daya Air Pemprov DKI, guna memastikan aliran dari Pintu Air Manggarai bisa berjalan lancar hingga ke hulu.

Ika bisa memastikan hal itu lantaran drainase yang sudah dibangun Pemprov DKI Jakarta telah diperbaharui dan bisa bertahan dalam jangka waktu 25 tahun kedepan.

"Kalau saluran drainase kami kala ulangnya 25 tahun. Jadi kalau begitu hujan yang terjadi lebih dari kala ulang 25 tahun ya akhirnya memang enggak cukup kapasitasnya pak," ucap Ika.

"Banjir yang terjadi kemarin itu masuknya sudah drainase kala ulang 100 tahun lebih pak," tambah Ika.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya