Berita

Jalan tol terendam banjir/Net

Publika

Tidak Berkah, Banjirlah

KAMIS, 02 JANUARI 2020 | 09:11 WIB

HARI di awal tahun 2020 ini diwarnai musibah. Longsor dan banjir terjadi di mana-mana. Setelah kemarau panjang kini musim hujan tiba.

Ketika kemarau masyarakat gelisah. Saat hujan deras datang, bukan hanya gelisah tetapi panik. Kerusakan menimpa rumah, bangunan, jalan, serta lainnya. Khususnya banjir sepertinya lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Uniknya jalan tol pun tenggelam.

Pemerintahan Jokowi sedang semangat untuk membangun ini dan itu. Jalan layang, jalan tol, kereta cepat, mau buat istana segala di ibukota baru. Infrastruktur jadi dewa yang "disembah" dengan investasi digembor gemborkan. Aturan hukum di "omnibus" kan.


Pembangunan fisik mesti sukses lalu dibangga banggakan. Sementara penentang dituding radikalis dan intoleran.

Kini niat yang pragmatis, semata duniawi, kehebatan fisik, apalagi jika disertai "hidden mission" memperkaya diri, keluarga, dan kroni tentu tidak akan diridloi. Bahasa agamanya tidak berkah.

Longsor dan banjir hanya sebagian kecil peringatan Allah bagi bangsa yang membangun tidak berkah. Berapapun biaya termasuk besaran hutang tidak ada artinya tanpa niat dan fondasi syariat yang kuat untuk membangun negara. Sia-sia.

Bukan hanya sia sia tapi justru murka Ilahi yang didapat. Pemimpin tidak amanah atau khianat, tidak ahli, atau menyalahgunakan kewenangan menjadi sebab gagalnya semua upaya. Yang terjadi ya itu utang makin banyak, harga makin mahal, sumber daya alam habis, dagang dan usaha merugi, jalan tol terendam, sungai meluap, korupsi menjadi jadi.

Rakyat dibebani pajak, nganggur, atau berwatak pengemis, proposal sentris dan MOU palsu. Soal beragama juga campur aduk. Perbuatan haram dianggap baik.

Orientasi pembangunan harus nyata menyejahterakan dan memberi manfaat bagi rakyat kecil, bukan pejabat, pengusaha, atau orang kaya. Jika salah orientasi maka "tanaman" usaha tidak berkah dan menjadi malapetaka. Pada rakyat kecil itu ada hak yang dijamin oleh Allah. Mengabaikannya membawa murka-Nya.  

QS Al Qalam 17-19 memberi pelajaran berguna:

“Kami menguji mereka seperti kami menguji pemilik kebun ketika mereka bersumpah (memastikan) akan memetik hasil esok dipagi hari. Mereka tidak menyisihkan (berorientasi) untuk fakir miskin. Lalu atas kebun itu datang  malapetaka dari Allah saat mereka tidur“.

Nah sekadar memprogram dengan perencanaan yang elitis atau keuntungan pendek, maka segala infrastruktur yang dibangun akan "dihancurkan" Allah atas dasar doa dan kesulitan rakyat kecil (fakir miskin). Datangnya malapetaka itu tak diduga. Target pasti gagal.

Bencana alam hanya sebutan akan tetapi kenyataannya itu adalah murka Allah atas perilaku lalai, bodoh, dan sombong.

Bagi warga yang terkena mushibah semoga diberi kesabaran. Bagi para pemimpin moga diberi kesadaran.
Syariat Allah tidak bisa dilecehkan atau dimain mainkan atau diabaikan.

Sejarah telah mencatat negeri yang dipimpin oleh penguasa yang masa bodoh serta hanya memikirkan diri dan kroninya semata, akan dihancurkan oleh Allah dengan sehancur hancurnya.

M Rizal Fadillah

Pemerhati politik dan keagamaan


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya