Berita

Sejumlah koridor TransJakarta masih belum normal/Net

Nusantara

Ruas Jalan Masih Tergenang, Sejumlah Rute TransJakarta Alami Pengalihan

KAMIS, 02 JANUARI 2020 | 08:36 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Banjir yang melanda Jakarta sejak Rabu kemarin (1/1) membuat pelayanan TransJakarta terganggu. Sejumlah rute masih belum bisa beroperasi normal. Sebagian ada yang dialihkan.

Seperti yang terjadi di rute Harmoni-Kalideres yang sementara waktu tak bisa beroperasi karena genangan di sekitaran Jembatan Baru, Dispenda, dan turunan fly over Pesing.

"Koridor 8 rute Harmoni-Lebak Bulus pelayanan diperpendek dari Lebak Bulus sampai halte Assidiqiyah, dan Koridor 9 jurusan Pinang Ranti-Pluit pelayanan dari Pinang Ranti hanya sampai Grogol. Genangan di Latumenten masih tinggi," ujar Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta,
Nadia Diposanjoyo, Kamis (2/1).

Nadia Diposanjoyo, Kamis (2/1).

Untuk jurusan Pulo Gadung-Harmoni ada pengalihan jalur dari Pulo Gadung bergabung dengan koridor 4 (Pulogadung-Dukuh Atas). Kemudian di BPKP ke arah Tanjung Priok masuk di halte Rawasari sampai Cempaka Putih belok kiri ke halte Cempaka Timur-Senen-Harmoni.

Sedangkan arah sebaliknya melewati rute pengalihan yang sama. Sementara waktu, halte yang tidak melakukan pelayanan di koridor ini adalah Pendongkelan, Asmi, Pulomas, dan Bermis

Begitu pula dengan rute Kampung Melayu-Ancol, layanan dari Kp Melayu hanya sampai halte Senen. Sementara untuk jurusan PGC-Tanjung Priok pelayanan normal, namun dari arah Tanjung Priok ke PGC dialihkan. Tepatnya selepas halte Bea Cukai bus keluar jalur ke arah Kampung Melayu untuk masuk halte Bidara Cina lanjut ke BNN-UKI-PGC.

Selanjutnya rute Pulogebang-Kp Melayu pelayanan masih normal, tetapi selepas halte Kp Melayu diterapkan contraflow sampai depan Polres Jakarta Timur karena jalur di Kp Pulo belum bisa dilintasi.

"Selebihnya untuk jurusan Blok M-Kota, Pulogadung-Dukuh Atas, Ragunan-Dukuh Atas, Kampung Rambutan-Kampung Melayu, Ciledung-Tendean, Tanjung Priok-Pluit pelayanan terpantau normal," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya