Berita

Pengungsi yang tinggal di Gudang Logistik BNPB di Kota Bekasi/RMOL

Nusantara

Tenda Pengungsi Belum Dibangun, Ratusan Warga Pondok Gede Permai Ngungsi Di Gudang BNPB

KAMIS, 02 JANUARI 2020 | 01:30 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ratusan warga Pondok Gede Permai, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi mengungsi di Gudang logistik milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (2/1) dini hari.

Ratusan warga tersebut terpaksa mengungsi ke Gudang logistik tersebut lantaran belum didirikan tenda pengungsian.

Tim evakuasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Dasmun mengatakan, ratusan warga yang terdampak banjir sementara ditampung di Gudang logistik milik BNPB pusat yang belum beroperasi.


Gudang logistik tersebut berada di dekat gerbang Perumahan Pondok Gede Permai, sehingga warga sementara ditampung ditempat itu.

"Sebagian ada sekitar 200 orang disini, cuma ada warga yang ke rumah saudara atau menginap di hotel," ucap Dasmun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (2/1) dini hari.

Hingga saat ini tenda pengungsian belum dibangun, alasannya masih mencari tempat yang memungkinkan untuk didirikan tenda.

"Tadi sudah koordinasi sama Dinsos terus dari BNPB, tenda sudah disiapkan. Belum di dirikan karena kita masih mencari lokasi," katanya.

Selain itu, belum didirikannya dapur umum pun dikarenakan masih berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial (Dinsos).

"Untuk dapur umum nanti Dinsos, bilamana mereka bergerak baru disiapkan," terangnya.

Namun, pihak BPBD Kota Bekasi telah memberikan konsumsi serta logistik lainnya untuk para pengungsi, diantaranya selimut, obat-obatan, bantal, terpal dan karpet.

Hingga saat ini, kondisi cuaca di di Pondok Gede Permai masih diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Ratusan anggota TNI pun masih terus mengevakuasi sekitar 600 warga yang masih terjebak banjir.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya