Berita

Fahira Idris bersama Anies Baswedan/Net

Politik

Bangun Jakarta Tidak Cukup Dengan Kerja-Kerja-Kerja, Tapi Harus Disertai Gagasan Dan Narasi

SENIN, 30 DESEMBER 2019 | 11:06 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Sepanjang 2019 "wajah" Jakarta penuh warna. Tidak hanya fisik kotanya tetapi juga manusianya. Jakarta bukan hanya lebih tertata, tetapi kehidupan warganya juga lebih menggeliat. Tidak hanya karena deretan prestasi yang diraih Jakarta, tetapi juga karena kamajuan dan keadilan sosial yang semakin dirasakan warganya.

Demikian disampaikan aggota DPD RI dari DKI Jakarta Fahira Idris terkait geliat Kota DKI Jakarta sepanjang 2019, Senin (30/12).

"Kini, pemandangan di jalanan besar Jakarta tidak lagi sekedar 'hutan beton'. Trotoar besar, indah, dan nyaman termasuk bagi saudara kita penyandang disabilitas telah menjadikan kota ini milik bersama. Kini, laju kendaraan bermotor sudah bersaing dengan ramahnya deru transportasi umum yang modern, terjangkau, dan terintegrasi," ujar Fahira.


Di kampung-kampung kota, menurut Fahira, pemandangannya juga berubah. Kampung yang dulu rata dengan tanah kini dibangun kembali. Bahkan warga diberi ruang seluas-luasnya untuk merencanakan wajah kampung yang mereka inginkan.

"Kampung-kampung yang dulu dianggap beranda belakang dan harus diasingkan dari modernitas kota, kini sedang dikembalikan derajatnya sebagai bagian integral dari pembangunan Jakarta. Kampung kota sedang dibangun menjadi kampung berkualitas yang lestari dan sejahtera serta warga di dalamnya berdaya," ujar Ketua Umum Ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) ini.

Selain itu, sambungnya, keakraban antarwarga-pun semakin hangat. Hari besar keagamaan diperingati penuh hikmat dan kemeriahan. Festival kebudayaan lebih semarak dan dijadikan 'penajam' cipta, rasa, dan karsa warga Jakarta. Ruang-ruang publik tidak hanya ditata dan dihadirkan lebih banyak tetapi dijadikan ruang pertemuan warga untuk bercengkrama. Sebuah kota besar dan sibuk seperti Jakarta memang butuh banyak ruang bagi warganya untuk berhenti sejenak menanak rasa kebersamaan.

Ini semua terjadi karena paradigma pembangunan di Jakarta berubah. Jika dulu, pemegang kuasa (gubernur/pemerintah provinsi) masih menempatkan dirinya sebagai administrator/penyedia jasa dan warga sebagai penghuni atau konsumen, tetapi kini paradigma tersebut sudah berganti. Pemegang kuasa kini berubah menjadi kolaborator sedangkan warga sebagai kreator. Warga yang dulu dianggap bagian dari masalah, kini sudah menjadi bagian dari solusi.

Fahira melihat semua lini kehidupan di Jakarta melaju: ekonominya tumbuh di atas rata-rata nasional; menjadi provinsi dengan indeks demokrasi tertinggi di Indonesia, berhasil membuka kesempatan kerja lebih luas; ditasbihkan sebagai tiga besar kota terbaik dunia untuk perbaikan sistem transportasi; dan deretan prestasi lain yang cukup membuat kecewa kaum pesimis saat melihat Jakarta dipimpin Anies.

"Tahun 2019, Jakarta penuh warna. Namun tahun-tahun ke depan jalan masih terjal. Membangun Jakarta, tidak cukup hanya dengan kerja kerja kerja, tetapi juga harus disertai gagasan dan narasi karena itu yang diajarkan para pendiri bangsa ini," pungkas Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI ini.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya