Berita

Pemukiman Israel/Net

Dunia

Lagi, Israel Siapkan Rencana Bangun 2.000 Pemukiman Di Tepi Barat

SENIN, 30 DESEMBER 2019 | 06:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Israel tidak main-main dengan upaya pembangunan pemukiman Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Menurut sebuah laporan yang dirilis oleh harian terkemuka Israel Haaretz dan dikutip oleh Palestine Information Center pada hari Minggu (29/12), Administrasi Sipil Israel akan menyetujui pembangunan sekitar 2.000 unit pemukiman dan pos-pos terpencil dalam beberapa hari mendatang.

Laporan itu menyebut, rencana pembangunan ribuan pemukiman baru itu akan diluncurkan sesuai dengan pernyataan baru-baru ini yang dibuat oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tentang niatnya untuk menyetujui pembangunan 3.000 unit pemukim di Tepi Barat dan Yerusalem al-Quds yang diduduki.


Sebelumnya pada September lalu, Netanyahu juga mengumumkan bahwa dia akan segera memerintahkan aneksasi Lembah Jordan utara dan akan mencari dukungan dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menganeksasi permukiman Tepi Barat untuk menjadi bagian dari rezim pendudukan.

Sementara itu, dikabarkan Press TV, selama tiga tahun terakhir, rezim Israel juga mengeluarkan tender untuk sekitar 8.000 unit pemukim.

Langkah agresif ini dilakukan Israel setelah mendapat "lampu hijau" dari Amerika Serikat. Bulan lalu, Gedung Putih mengumumkan bahwa mereka tidak lagi melihat pembangunan unit pemukim baru Israel di Tepi Barat yang diduduki sebagain tindakan yang tidak konsisten dengan hukum internasional.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Bahlil Dinilai Main Dua Kaki untuk Menjaga Daya Tawar Golkar

Senin, 09 Februari 2026 | 12:07

Informan FBI Ungkap Dugaan Epstein Mata-mata Mossad

Senin, 09 Februari 2026 | 12:02

Purbaya Ungkap Penyebab Kericuhan PBI BPJS Kesehatan: 11 Juta Orang Dicoret Sekaligus

Senin, 09 Februari 2026 | 11:55

Mantan Menteri Kebudayaan Prancis dan Putrinya Terseret Skandal Epstein

Senin, 09 Februari 2026 | 11:38

Mensos: PBI BPJS Kesehatan Tidak Dikurangi, Hanya Direlokasi

Senin, 09 Februari 2026 | 11:32

Industri Tembakau Menunggu Kepastian Penambahan Layer Cukai

Senin, 09 Februari 2026 | 11:26

Langkah Prabowo Kembangkan Energi Terbarukan di Papua Wujud Nyata Keadilan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:25

WNA China Tersangka Kasus Emas 774 Kg Diamankan Saat Diduga Hendak Kabur ke Perbatasan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:16

Tudingan Kapolri Membangkang Presiden Adalah Rekayasa Opini yang Berbahaya

Senin, 09 Februari 2026 | 10:51

Februari 2026 Banjir Tanggal Merah: Cek Long Weekend Imlek & Libur Awal Puasa

Senin, 09 Februari 2026 | 10:46

Selengkapnya