Berita

Penyitaan kokain di Uruguay/Net

Dunia

Jadi Tempat Transit, Uruguay Sita Empat Ton Kokain Di Dalam Tepung Kedelai

MINGGU, 29 DESEMBER 2019 | 08:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Uruguay mengklaim telah menyita 6 ton kokain akhir tahun ini. 4,4 ton di antaranya disita oleh Angkatan Laut Uruguay di pelabuhan Montevideo. Kokain tersebut disembunyikan di empat wadah tepung kedelai yang akan dikirim ke Lome, ibukota Togo.

Sementara itu, 1,5 ton lainnya kemudian ditemukan di sebuah peternakan.

Obat-obatan terlarang itu diperkirakan memiliki nilai total sekitar 1,3 miliar dolar AS.


Pemerintah Uruguay menilai bahwa penyitaan itu merupakan rekot terbesar dan menunjukkan sebuah kemunduran dalam upaya memeringi obat terlarang.

Negera tersebut diketahui kerap digunakan sebagai titik transit untuk memindahkan obat-obatan dari Amerika Latin ke Afrika dan Eropa.

Rekor penyitaan sebelumnya adalah pada bulan November lalu, ketika pihak berwenang menemukan sebuah wadah dengan tiga ton kokain, juga di pelabuhan Montevideo. Kokain itu akan dikirim menuju Cotonou di Benin melalui pulau Tenerife Spanyol.

Dikabarkan BBC (Minggu, 29/12), penyitaan terbaru ini terungkap ketika pemindai di pelabuhan Montevideo menunjukkan anomali di dalam wadah.

Kecurigaan juga diperkuat dengan fakta bahwa perusahaan ekspor tidak banyak mengangkut kedelai di masa lalu. Kedelai sendiri kedelai tidak banyak dikonsumsi di Afrika dan hampir sepertiga dari kokain yang dikonsumsi di Eropa diselundupkan ke sana melalui Afrika.

Juru bicara Angkatan Laut Uruguay, Diego Perona mengatakan kepada wartawan bahwa wadah pertama ditemukan mengandung lebih dari 3.000 "bata" kokain dengan masing-masing dengan berat 1,1 kg. Kontainer itu akan dimuat ke kapal yang terdaftar di Italia.

Belum diketahui secara pasti dari mana kokain itu berasal. Namun sebelumnya, kokain itu dimuat ke truk di sebuah peternakan di departemen Soriano barat daya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya