Berita

Reaktor Arak/Al Jazeera

Dunia

Perjanjian Nuklir 2015 Di Ujung Tanduk, Iran Bangun Kembali Reaktor Arak

SELASA, 24 DESEMBER 2019 | 08:51 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Iran meluncurkan pembangunan kembali sebagian reaktor air beratnya di fasilitas Arak pekan ini.

Media pemerintah Iran mengabarkan pada Senin (23/12) bahwa negara tersebut telah menghidupkan sirkuit sekunder di Arak yang merupakan sebuah pabrik penghasil air berat yang digunakan sebagai moderator untuk memperlambat reaksi dalam inti reaktor nuklir.

"Hari ini, kami memulai bagian penting dari reaktor," kata kepala badan atom Iran, Ali Akbar Salehi, dalam pernyataan yang disiarkan langsung di TV pemerintah.


"Reaktor akan siap untuk tes awal pada tahun kalender Iran yang akan dimulai pada Maret 2021," tambahnya seperti dimuat ulang Al Jazaeera (Selasa, 24/12).

Langkah ini tidak melanggar pembatasan internasional atas kerja nuklirnya, namun menunjukkan bahwa pihaknya sedang mengembangkan sektor ini dalam menghadapi tekanan Amerika Serikat.

Diketahui bahwa Iran mengaktifkan kembali sebagian program nuklirnya sebagai protes atas penarikan Amerika Serikat tahun lalu dari kesepakatan internasional 2015 yang dimaksudkan untuk membatasi kemampuannya mengembangkan bom nuklir.

Saat ini, negara-negara yang tersisa dalam perjanjian dengan Iran tersebut adalah Inggris, China, Prancis, Jerman dan Rusia.

Diketahui bahwa Iran setuju untuk menutup reaktornya di Arak di bawah perjanjian 2015 lalu. Namun, Iran diizinkan untuk memproduksi air berat dalam jumlah terbatas dan Iran telah berupaya mendesain ulang reaktor tersebut.

Pemerintah Iran sendiri menegaskan akan membuat isotop untuk keperluan medis dan pertanian di negara tersebut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya