Berita

Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Menko Luhut, Masak Iya Pemerintah Kalah Sama Penyelundup Lobster?

SENIN, 23 DESEMBER 2019 | 16:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Langkah Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mendukung wacana ekspor benih lobster dinilai aneh. Aneh lantaran alasan yang diurai Luhut justru memperlihatkan pemerintah lemah dalam pengawasan.

Begitu tegas Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyouno kepada wartawan, Senin (23/12).

Menurutnya, alasan Luhut yang menyebut ekspor lebih baik ketimbang penyelundupan adalah bukti pemerintah lemah.


“Itu artinya pemimpin negara tulalit, masak iya kalah sama para penyelundup benih lobster?” tanyanya.

Jika penyelundupan benih masih bisa dilakukan hingga ke Vietnam, maka itu sama saja memperlihatkan pengawasan pemerintah lemah. Atau, sambungnya, ada pejabat pemerintah yang ikut bermain dalam penyelundupan itu.  

“Jangan-jangan Bea Cukai, quarantina dan aparat hukumnya pada menikmati baby-baby lobster tuh,” tanya wakil ketua umum DPP Partai Gerindra itu.

Dugaan lainnya, sambung Arief, para penyelundup lobster memang memiliki kekuatan super. Sehingga, Luhut sudah sejak zaman Menteri Kelautan dan Perikanan dijabat Susi Pudjiastuti sudah menyuarakan untuk ekspor benih lobster.

“Tapi yang namanya Bu Susi kan bagaikan Ratu Pantai Selatan yang tidak goyah dengan kekalahan LBP oleh penyelundup baby lobster itu,” terangnya.

Luhut merasa yakin bahwa rencana untuk membuka keran ekspor benih lobster akan berdampak pada ekonomi yang besar. Apalagi, selama ini terus terjadi penyelundupan.

"Nilai tambah juga, daripada sekarang ini diselundupkan 80 persen, lebih bagus dikontrol. Kan ujung-ujungnya pengawasan," kata Luhut.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya