Berita

Aksi protes di mall Hong Kong/Net

Dunia

Hadang Pengunjuk Rasa, Polisi Sisir Mal Hong Kong Jelang Natal

MINGGU, 22 DESEMBER 2019 | 06:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Polisi anti huru hara Hong Kong melakukan penyisiran ke beberapa pusat perbelanjaan akhir pekan ini (Sabtu, 21/12). Mereka mengejar dan menangkap sejumlah pengunjuk rasa anti-pemerintah yang berkumpul di sejumlah mal dan pusat perbelanjaan untuk menyuarakan tuntutan mereka.

Di sebuah mal di Yuen Long, dekat perbatasan China, ratusan pengunjuk rasa berpakaian hitam menggelar aksi protes. Dengan meneriakkan slogan "Berjuang untuk Kebebasan" dan "Bersiap Dengan Hong Kong", para pengunjuk rasa menilai bahwa pemerintah Hong Kong tidak berbuat apa-apa selama beberapa bulan terakhir.
"Pemerintah tidak melakukan apa-apa sejauh ini setelah lima bulan. Saya pantas mendapat jawaban, penjelasan," kata seorang pengunjuk rasa, seperti dimuat Channell News Asia.

"Yuen Long bukan lagi tempat yang aman dan kita semua hidup dalam teror putih ketika kita khawatir jika kita akan dipukuli ketika berpakaian hitam," tambahnya.

"Yuen Long bukan lagi tempat yang aman dan kita semua hidup dalam teror putih ketika kita khawatir jika kita akan dipukuli ketika berpakaian hitam," tambahnya.

Sementara itu di Tsim Sha Tsui, kelompok-kelompok pengunjuk rasa juga berkumpul di Harbour City, sebuah mal yang populer di kalangan pembeli barang mewah China daratan.

"Kita tidak bisa merayakan Natal ketika kota kita diambil alih oleh polisi. Ketika anda melihat polisi di luar mal, apakah anda merasa seperti berbelanja untuk hadiah?" kata salah seorang pengunjuk rasa bernama Bob.

Diketahui bahwa gelombang protes yang terjadi di Hong Kong telah masuk ke bulan ketujuh. Protes terjadi karena warga geram pada apa yang mereka lihat sebagai campur tangan China dalam kebebasan kota dijamin di bawah formula "satu negara, dua sistem" ketika kembali ke pemerintahan China pada tahun 1997.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya