Berita

Ekonom senior INDEF, Fadhil Hasan/RMOL

Politik

Trump Dimakzulkan, Begini Dampaknya Bagi Perekonomian Indonesia

SABTU, 21 DESEMBER 2019 | 21:08 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dimakzulkannya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS diyakini tidak memiliki pengaruh berarti bagi kondisi perekomian Tanah Air.  

Demikian disampaikan Ekonom Senior INDEF, Fadhil Hasan kepada wartawan seusai mengisi serial diskusi Populi Center dan Smart FM Network bertajuk "Wajah Kita 2019" di Kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu, (21/12).

"Ya enggak terlalu banyak (pengaruh) lah menurut saya," kata Fadhil.


Ia menjelaskan, imbas dari pemakzulan Trump yang ditengarai akibat perang dagang AS dan China itu sedianya tidak berpengaruh pada perekonomian Indonesia. Meskipun, kedua negara raksasa ekonomi dunia itu banyak yang berinvestasi di dalam negeri.

"(Faktornya) pada kenyataannya sekarang ini ekonomi Amerika itu relatif baik. Sehingga kalau kita lihat dari opini publik walaupun setengah masyarakat Amerika menghendaki Donald Trump perlu dipecat (impeachment)," bebernya.

Kemudian, lanjut Fadhil, faktor lainnya dari pemakzulan Trump sepenuhnya merupakan gejolak politik di internal Amerika Serikat.

"Jadi artinya itu lebih kepada domestik politik Amerika. Karena kenyataannya ekonomi Amerika lagi bagus dan memang kebijakan Trump sekarang ini orang tidak begitu khawatir," demikian Fadhil.


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya