Berita

Presiden Iran Rouhani Saat KTT Kuala Lumpur Summit 2019/Ist

Politik

Presiden Iran Hassan Rouhani Sebut Islam Harus Lepas Dari Sistem Finansial Amerika Serikat

SABTU, 21 DESEMBER 2019 | 13:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kuala Lumpur Summit 2019 mempertemukan para pemimpin Malaysia, Indonesia, Pakistan, Turki, Iran dan Qatar serta 450 intelektual dan cendekiawan Muslim dari seluruh dunia.

KTT ini bertujuan membahas dan menemukan solusi baru bagi persoalan-persoalan yang dihadapi dunia Islam dan memberikan kontribusi bagi kemajuan umat Islam dan negara-negara Islam.

Mengusung tujuh tema utama, yaitu: pembangunan dan kedaulatan, integritas dan tata kelola yang baik, budaya dan identitas, keadilan dan kebebasan, keamanan, keselamatan dan pertahanan, perdagangan dan investasi, dan teknologi  dan tata kelola internet.


Para pemimpin negara-negara Muslim, para cendekiawan dan pemikir  berdialog dan mencari solusi bersama untuk menangani berbagai persoalan yang membelenggu dunia Islam selama masa Kuala Lumpur Summit 2019 berlangsung yaitu 18-21 Desember 2019.

Presiden Republik Islam Iran Hassan Rouhani dalam pidatonya mengatakan, dunia Islam di tingkat nasional dan internasional menghadapi tantangan baru. Dunia Islam harus memikirkan langkah-langkah untuk lepas dari hegemoni dolar dan sistem finansial Amerika Serikat.

Kendala utama terbaru dunia Islam di tingkat nasional dan internasional adalah tantangan budaya dan identitas, keamanan, ketertinggalan, dan ekonomi.

Ancaman terpenting bagi dunia Islam menurutnya adalah lemahnya identitas nasional dan Islam serta hegemoni budaya asing.

"Perang di Suriah dan Yaman, kerusuhan dan instabilitas di Irak, Lebanon, Libya dan Afghanistan adalah hasil dari ekstremisme dalam negeri dan intervensi asing," ujarnya.

Sementara Palestina masih menjadi isu utama dunia Islam. Sangat memprihatinkan jika umat Muslim lalai akan isu Palestina.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya