Berita

Presiden Iran Hassan Rouhani/Net

Dunia

Di Kuala Lumpur, Presiden Iran Dorong Mekanisme Asuransi Transportasi Untuk Negara-negara Muslim

KAMIS, 19 DESEMBER 2019 | 22:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Iran Hassan Rouhani lantang mendorong usulan pembentukan mekanisme asuransi transportasi khusus untuk negara-negara Muslim.

Usulan itu dipaparkan dalam KTT Muslim yang digelar di Kuala Lumpur Malaysia (Kamis, 19/12). Dalam kesempatan itu, Rouhani mengatakan bahwa sudah waktunya bagi dunia Muslim untuk mencari persamaan, termasuk dalam bidang asuransi.

"Kami memahami bahwa hari ini, banyak transaksi dan kegiatan ekonomi kami bergantung pada asuransi luar negeri, asuransi yang berasal dari negara-negara besar," kata Rouhani.


"Inilah sebabnya kami, sebagai negara Muslim, (jika) kami dapat bekerja sama untuk mendirikan asuransi, khususnya dan khusus untuk negara-negara Muslim, terutama dalam transportasi dan transit, itu akan menyelamatkan kami dari ketergantungan pada orang asing," tegasnya seperti dimuat Reuters.

Bukan hanya itu, dia juga mendorong persatuan dalam sektor perbankan. Rouhani mengatakan, negara-negara Muslim harus bertransaksi dalam mata uang mereka sendiri. Gagasan itu didukung oleh Presiden Turki Tayyip Erdogan.

"Kita harus membebaskan perdagangan bilateral dari tekanan valuta asing," kata Erdogan pada pertemuan puncak itu.

"Daripada melakukan perdagangan dengan mata uang asing, kami ingin melakukan perdagangan luar negeri dengan mata uang nasional kami," tambahnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Bahlil Dinilai Main Dua Kaki untuk Menjaga Daya Tawar Golkar

Senin, 09 Februari 2026 | 12:07

Informan FBI Ungkap Dugaan Epstein Mata-mata Mossad

Senin, 09 Februari 2026 | 12:02

Purbaya Ungkap Penyebab Kericuhan PBI BPJS Kesehatan: 11 Juta Orang Dicoret Sekaligus

Senin, 09 Februari 2026 | 11:55

Mantan Menteri Kebudayaan Prancis dan Putrinya Terseret Skandal Epstein

Senin, 09 Februari 2026 | 11:38

Mensos: PBI BPJS Kesehatan Tidak Dikurangi, Hanya Direlokasi

Senin, 09 Februari 2026 | 11:32

Industri Tembakau Menunggu Kepastian Penambahan Layer Cukai

Senin, 09 Februari 2026 | 11:26

Langkah Prabowo Kembangkan Energi Terbarukan di Papua Wujud Nyata Keadilan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:25

WNA China Tersangka Kasus Emas 774 Kg Diamankan Saat Diduga Hendak Kabur ke Perbatasan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:16

Tudingan Kapolri Membangkang Presiden Adalah Rekayasa Opini yang Berbahaya

Senin, 09 Februari 2026 | 10:51

Februari 2026 Banjir Tanggal Merah: Cek Long Weekend Imlek & Libur Awal Puasa

Senin, 09 Februari 2026 | 10:46

Selengkapnya