Berita

Najib Razak/Net

Dunia

Bantah Terlibat Kasus Pembunuhan, Mantan PM Malaysia Siap Ambil Sumpah Laknat Di Masjid

RABU, 18 DESEMBER 2019 | 21:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak tegas membatah tuduhan yang menyebut bahwa dia telah memerintahkan pembunuhan warga Mongolia Altantuya Shaariibuu saat menjabat. Najib bahkan mengatakan bahwa dia siap untuk mengambil sumpah di masjid untuk membantah tuduhan itu.

Hal itu ditegaskan Najib dalam sebuah unggahan di akun Facebook resminya pada hari ini (Rabu, 18/12). Dia mengatakan bahwa dia akan mengambil sumpah yang disebut sebagai sumpah laknat di Masjid Jamek di Kampung Baru setelah salat Jumat minggu ini.

Diketahui bahwa ketika seorang Muslim melakukan sumpah laknat, dia membuat janji sumpah suci bahwa diamengatakan yang sebenarnya, dan dia bersedia menerima kutukan jika dia berbohong.


"Saya bermaksud mengambil sumpat laknat untuk menyangkal tuduhan dalam deklarasi hukum yang dikeluarkan oleh Azilah Hadri," tulisnya, seperti dimuat Channel News Asia.

Azilah sendiri adalah seorang mantan polisi yang saat ini dijerat hukuman mati atas kasus pembunuhan itu. Awal pekan ini dia membuat pernyataan mengejutkan bahwa dia menangkap dan membunuh Altantuya atas perintah Najib yang pada saat itu menjabat sebagai wakil perdana menteri. Hal itu dilakukan karena Altantuya dianggap sebagai mata-mata asing.

Dia mengklaim bahwa Najib menunjukkan gerakan "menggorok tenggorokan" ketika menginstruksikan dia untuk menembak untuk membunuh Altantuya pada tahun 2006.

Najib menolak tuduhan Azilah dan menuduhnya sebagai rencana Pakatan Harapan untuk mendiskreditkannya dan untuk membungkamnya.

Altantuya sendiri ditembak mati dan tubuhnya diledakkan oleh bahan peledak kelas C4 militer di Shah Alam pada tahun 2006. Dia dikatakan sebagai kekasih Abdul Razak Baginda, seorang analis politik yang menasehati Najib dari 2000 hingga 2008.

Setelah kematiannya, Azilah dan sesama polisi Sirul Azhar Umar, yang keduanya adalah anggota Unit Tindakan Khusus (UTK) elit polisi, dijatuhi hukuman mati pada tahun 2009.

Azilah saat ini mendekam di balikm jeruji besi di Malaysia untuk menunggu hukuman mati. Sedangkan Sirul telah melarikan diri ke Australia sementara dengan jaminan pada tahun 2014.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya