Berita

Andi Mallarangeng/RMOL

Politik

Andi Mallarangeng: Ketimbang Urusi Amandemen UUD, Lebih Baik Jokowi Fokus Benahi Ekonomi

RABU, 18 DESEMBER 2019 | 04:02 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Wacana penambahan jabatan presiden tiga periode dipilih MPR melalui amandemen UUD 1945 tidak mendapat dukungan dari mayoritas masyarakat Indonesia. Karena itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) semestinya tidak tergoda dengan wacana-wacana tersebut.

Begitu ditegaskan pakar politik, Andi Mallarangeng saat mengisi diskusi dalam publikasi rilis survei yang digelar oleh Roda Tiga Konsultan, di Kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (17/12).

"Di tiga tahun pertama ini, kalau saya menyarankan Pak Jokowi fokus menyelesaikan masalah ekonomi, jangan tergoda untuk mengurusi amandemen konstitusi yang pada dasarnya itu tidak disetujui oleh rakyat," tegas Andi.


Andi yang juga Politisi Demokrat ini menilai, Jokowi seharusnya lebih fokus pada pembenahan kondisi ekonomi yang justru lebih diharapkan masyarakat. Ketimbang mengurusi soal-soal yang justru tidak disetujui oleh mayoritas masyarakat Indonesia.

"Di tiga tahun pertama ini, kalau saya menyarankan Pak Jokowi fokus menyelesaikan masalah ekonomi. Jangan tergoda untuk mengurusi amandemen konstitusi yang pada dasarnya itu tidak disetujui oleh rakyat," kata Andi.

Sebelumnya, Direktur Riset Roda Tiga Konsultan, Muhammad Taufiq Arif memaparkan bahwa masyarakat tidak setuju dengan wacana pemilihan presiden oleh MPR sebanyak 52,8 persen dan hanya 9,9 persen masyarakat yang sangat setuju.

"Tentang pemilihan presiden oleh MPR, sebanyak 52,8 persen masyarakat tidak setuju," kata Taufiq Arif.

Sedangkan, hanya 12,3 persen masyarakat menyatakan sangat tidak setuju dan 0,9 persen masyarakat sangat setuju. Kemudian 17,6 persen netral dan 4 persen masyarakat tidak memberikan jawaban.


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya