Berita

Petinggi Muhamdiyah/Net

Publika

Sikap Tegas Muhammadiyah

SELASA, 17 DESEMBER 2019 | 13:36 WIB

PEMBERITAAN Wall Street Journal memojokkan Ormas Islam Indonesia yakni tiga organisasi MUI, NU dan Muhammadiyah.

Diberitakan Ormas Islam telah mendapat fasilitas dan "rayuan" Pemerintah China dalam kasus pelanggaran HAM atas masyarakat Uighur di Xinjiang.

Muhammadiyah telah melakukan klarifikasi, bantahan, dan menunjukkan sikap tegasnya.


Melalui konperensi pers di Jakarta, Muhammadiyah menegaskan bahwa apa yang diberitakan media asing itu adalah fitnah dan tidak berdasarkan pada fakta yang sebenarnya, karenanya Wall street Journal diminta untuk meralat pemberitaan dan meminta maaf.

Jika tuntutan ini tidak dipenuhi maka Muhammadiyah akan melakukan "langkah-langkah hukum sebagaimana mestinya".

Ditambah berbagai desakan baik kepada Pemerintah Indonesia agar lebih aktif membantu menghentikan pelanggaran HAM Pemerintah Tiongkok atas masyarakat Uighur di Xinjiang, kepada OKI, kepada PBB, dan tentu saja kepada Penerintah Tiongkok sendiri sebagai pihak yang melakukan kezaliman.

Terhadap Pemerintah Tiongkok Muhammadiyah mendesak sekurangnya empat hal. Pertama, lebih terbuka memberi informasi dan akses kepada masyarakat internasional.

Kedua, menghentikan pelanggaran HAM. Ketiga, melakukan penyelesaian damai dan dialog dengan tokoh Uighur. Dan keempat, memberi kebebasan beribadah dan untuk memelihara identitas.

"Ultimatum" pada WSJ adalah upaya strategis agar media ini tidak dijadikan alat kepentingan Amerika yang sedang berseteru dengan China maupun kepentingan China sendiri yang sedang menunjukkan kemampuannya dalam mempengaruhi kekuatan dunia, termasuk Ormas Islam di Indonesia.

WSJ harus bertanggungjawab atas fitnah yang dilakukan kepada Muhammadiyah.

Pemerintah China atau Tiongkok memang licik. Paham komunis yang dianut negaranya membenarkan utuk melakukan penyesatan opini dan tipu daya politik. Membohongi dunia dengan imajinasi. Indoktrinasi dibingkai dengan pendidikan vokasi, cuci otak disebut re-edukasi, serta deradikalisasi sebagai kamuflase dari deislamisasi.

Musuh dari rezim Komunis adalah agama. Masyarakat Muslim Uighur harus dibuat hancur lebur.

RRC atau Tiongkok ini memang sedang merajalela memperluas "koloni" dan hegemoni. Modalnya ekonomi dalam bentuk investasi dan hutang luar negeri.

Banyak Kepala Pemerintah baik Raja atau Presiden yang berhasil ditundukkan dan berada di bawah pengaruh dan kendalinya. Mereka adalah boneka-boneka yang tak berdaya. Penjilat dan pengabdi China.

Kondisi seperti ini akan membawa konsekuensi bahwa RRC atau Tiongkok akan menjadi musuh dunia dan musuh umat Islam. Dunia dan umat wajib untuk melawannya.

M. Rizal Fadillah
Pemerhati sosial dan politik.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya