Berita

Susi Pusjiastuti/Net

Politik

Gerindra: Masalah Utama, Selama 5 Tahun Susi Tidak Kembangkan Budidaya Lobster

SELASA, 17 DESEMBER 2019 | 07:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Wacana Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo untuk membuka keran ekspor benih lobster terus menuai pro dan kontra. Ekspor benih dinilai dapat mengurangi nilai tambah dari komoditas lobster karena terlalu dini dijual.

Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule mengurai bahwa sampai kapanpun, Indonesia tidak akan pernah menhadi pengekspor lobster terbesar di dunia. Hal ini lantaran benih lobster dilarang untuk dijual demi kepentingan budidaya.

“Sementara usia panen lobster adalah 6 hingga 10 bulan. Kalo benih tak boleh dibudidaya, dan dibiarkan hidup alami, kemungkinan hidup hanya 1 persen. Maka harus dibudidaya,” urainya dalam akun Twitter pribadi sesaat lalu, Selasa (17/12).


Iwan Sumule mengkritik pasal 7 ayat 1 Permen KP 56/2016 yang berisi larangan menjual benih lobster untuk keperluan budidaya. Dia menyayangkan aturan yang dibuat oleh eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti itu lantaran tidak ada pengembangan budidaya lobster di Indonesia selama lima tahun terakhir.

“Masalah utama, 5 tahun Susi tak kembangkan budidaya lobster. Susi ingin lobster hidup alami. Padahal harapan hidup hanya 1 persen. Penyelundupan terbesar di era Susi. Negara rugi, rakyat susah,” terangnya.

Menurutnya, larangan ini sama seperti langkah Susi melarang nelayan menggunakan sejumlah alat tangkap saat melaut. Larangan-larangan itu, kata Iwan Sumule, dilakukan tanpa kajian yang integratif.

“Ujung-ujungnya program ganti alat tangkap. Pengadaan jaring. Dan ternyata gagal total,” ujarnya.

“Bagi Susi mungkin yang penting heboh, larang sana sini, agar tampak berani,” demikian Iwan Sumule.  

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya