Berita

Agus Gumiwang terus dorong industri otomotif nasional yang berorientasi ekspor/Dok Kemenperin

Bisnis

Tingkatkan Nilai Ekspor, Kemenperin Terus Dorong Industri Otomotif Nasional

SENIN, 16 DESEMBER 2019 | 09:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengupayakan daya saing industri nasional agar mampu memberi kontribusi positif terhadap devisa negara. Di antaranya dengan mendorong investasi di sektor otomotif dan mendorong industri memproduksi produk otomotif yang berorientasi ekspor.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/12).

"Seperti yang telah ditegaskan oleh Bapak Presiden, sekarang fokus kerja pemerintah adalah untuk mengurangi impor dan meningkatkan ekspor, serta menambah investasi," kata Agus.


Ia menjelaskan, Indonesia memiliki target ekspor mobil produksi Tanah Air 1 juta unit pada 2025, dan terus meningkat hingga 1,75 juta unit pada 2035.

Sementara ini, ekspor kendaraan CBU pada 2018 mencapai 250 ribu unit dengan pangsa pasar sekitar 80 negara di dunia. Termasuk 5 negara tujuan utama ekspor: Filipina, Arab Saudi, Jepang, Meksiko, dan Vietnam.

"Tahun ini, ekspor kendaraan CBU ditargetkan mencapai 400 ribu unit," imbuh Agus.

Untuk merealisasikannya, lanjut dia, Kemenperin terus mengupayakan komitmen dari prinsipal untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi yang berorientasi ekspor. Pada November 2019 lalu Kemenperin telah melakukan berbagai usaha, salah satunya bertemu dengan sejumlah perusahaan otomotif ternama Jepang.

Hasilnya, Menperin mendapat laporan tentang rencana ekspansi dari Toyota Group sebesar Rp 28,3 triliun. Termasuk pengembangan Toyota, Daihatsu, dan Hino.  

"Investasi ini akan direalisasikan dalam periode lima tahun. Yakni 2019-2023 untuk mengembangkan bisnis di Indonesia," jelasnya.  

Di samping itu, Honda menyampaikan akan merealisasikan investasi sebesar Rp 5,1 triliun di Indonesia pada periode 2019-2023.

"Investasi tersebut untuk model baru dan pendalaman industri, lokalisasi, dan sebagainya. Karena memang salah satu nilai positif dari Honda adalah menempatkan pusat penelitian dan pengembangannya di Indonesia," demikian Agus.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya