Berita

Harjanto Kemenperin/Net

Bisnis

Korsel Beri Bantuan Rp 700 Miliar Untuk Revolusi Industri 4.0

SENIN, 16 DESEMBER 2019 | 06:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI dengan Dewan Riset Nasional Korsel bersinergi  dalam kerja sama memperkuat sektor manufaktur terkait revolusi industri 4.0

Kerja sama ini akan berlangsung hingga lima tahun mendatang. Penguatan akan difokuskan pada lima sektor industri manufaktur yang menjadi prioritas dalam peta jalan (roadmap) Making Indonesia 4.0, yaitu makanan dan minuman, teksil dan pakaian, otomotif, kimia, dan elektronik.

Program kerja sama ini akan dimulai pada 2020. Korsel akan memberi banuan sebesar 50 juta dolar AS atau setara Rp 700 miliar.


"Kami telah membicarakan mengenai pelaksanaan program kerja sama mulai tahun 2020 nanti. Mereka akan membantu Indonesia senilai 50 juta dolar AS (Rp700 miliar) untuk penerapan industri 4.0," kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, Harjanto, Minggu (15/12).

Sekretaris Jenderal Dewan Riset Nasional Korsel Hong Keun Gil mengatakan, Indonesia memiliki potensi industri yang besar karena jumlah penduduknya yang mencapai 260 juta jiwa. Kehadiran industri 4.0 dinilainya penting untuk membawa sektor manufaktur ke level yang lebih tinggi.

"Kami ingin mendorong revolusi industri 4.0 ini dengan transformasi yang besar, dengan perubahan yang tak pernah kita hadapi sebelumnya. Terkait industri, kita akan lakukan kerja sama,” ungkap Hong Keun Gil.

Kerja sama ini adalah tindak lanjut atas kerja sama antara Indonesia dan Korsel yang ditandantangani pada 10 September 2018, yang mencakup joint research, policy support, policy support to specific entitites, pertukaran staf atau tenaga ahli, hingga capacity building pemerintah dan tenaga usaha.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya