Berita

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad/Reuters

Dunia

Mahathir Mohammad Lantang Kecam Sanksi Sepihak AS Pada Iran

MINGGU, 15 DESEMBER 2019 | 09:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat kepada Iran telah melanggar piagam PBB dan hukum internasional. Begitu kata Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad pada konferensi yang digelar di Doha, Qatar pada hari Sabtu (14/12).

Dia dengan tegas mengatakan bahwa negaranya menentang langkah Amerika Serikat tersebut.

"Malaysia tidak mendukung penerapan kembali sanksi sepihak oleh Amerika Serikat terhadap Iran," tegas Mahathir.


Dia menjelaskan, sanksi Amerika Serikat terhadap Iran telah membuat Malaysia dan sejumlah negara lainnya kehilangan pasar besar.

"Sanksi itu jelas melanggar piagam PBB dan hukum internasional. Sanksi hanya dapat diterapkan oleh PBB sesuai dengan piagam," tegasnya, seperti dimuat Reuters.

Diketahui bahwa Amerika Serikat kembali menjatuhkan sanksi sepihak kepada Iran setelah Presiden Donald Trump menarik mundur negaranya dari perjanjian nuklir bersejarah tahun 2015 antara Iran dan negara-negara kekuatan dunia.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya