Berita

Pengajian bulanana PP Muhammadiyah/RMOL

Politik

PP Muhammadiyah Duga Ada "Tangan" AS Dalam Isu Uighur

SABTU, 14 DESEMBER 2019 | 01:48 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menduga ada campur tangan Amerika terkait isu yang mendiskreditkan ormas Islam seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap kasus kemanusiaan menimpa etnis Muslim Uighur, Xinjiang China.

Hal itu sejurus dengan pemberitaan provokatif dari media asing Wall Street Journal (WSJ) yang menyebut ormas Islam Indonesia mendapatkan gelontoran dana 'untuk diam' soal kasus Muslim Uighur.

Sekertaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengungkapkan, beberapa waktu lalu pengurus PP Muhammadiyah pernah kedatangan Dubes Amerika yang menginginkan PP Muhammadiyah angkat bicara soal nasib Muslim Uighur di Xinjiang China.


Muhammadiyah, kata Mu'ti, tanpa rasa ragu dan maksud ingin mencampuri urusan negara lain, Muhamamdiyah tetap menyuarakan isu hak asasi manusia (HAM).

"Waktu Dubes Amerika Serikat ke PP Muhammadiyah, sang Dubes meminta Muhammadiyah membuat pernyataan soal Uighur. Tapi kita katakan bahwa Muhammadiyah punya penilaian tersendiri dan kalo menyampaikan sesuatu harus didukung oleh data," ungkap Mu'ti di sela-sela acara Pengajian Bulanan PP Muhamamdiyah, Jumat (13/12).

Menurut Mu'ti, sikap politik Amerika dan China belakangan yang tengah berseteru, dengan sengaja memainkan isu soal pembantaian Muslim Uighur.

"Jadi sikap politik Amerika yang seperti itu, dalam beberapa hal sebenarnya merepresentasikan persaingan politik Amerika dengan China, kemudian isu Uighur itu dijadikan salah satu bagian dari senjata politik Amerika," demikian Mu'ti.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Digiring ke Bareskrim, 10 Tersangka Sabu Blue Ice 1,2 Ton Terancam Hukuman Mati

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

KPK Bongkar Kejanggalan Status Bima-Richard dan Proyek Pengadaan BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:18

Menlu RI dan Singapura Bertemu, Bahas Penindakan Korporasi Pelaku Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:47

Lula dan Prabowo dalam Angka juga Cerita

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:30

Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Tonggak Persatuan Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:22

Dari Vietnam, Gus Lilur Desak KPK Usut Dugaan Politik Uang Muktamar NU

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:21

BRIN Percepat Uji Klinis 19 Kandidat Obat Herbal Menuju Fitofarmaka

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:16

Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa di Era Prabowo-Gibran

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:12

BCA Catat Laba Bersih Rp45,2 Triliun, Naik 4,2 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:05

Daftar Peringkat Ballon d'Or 2026: Harry Kane Juara, Messi Posisi Kelima

Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya