Berita

Bendahara Umum PP Muhammadiyah Anwar Abbas/Net

Politik

Anwar Abbas: Muhammadiyah Dan MUI Lantang Melawan Tragedi Kemanusiaan

JUMAT, 13 DESEMBER 2019 | 15:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah membantah laporan media asing Wall Street Journal (WSJ) tentang penggelontoran “uang diam” kepada ormas Islam Indonesia atas kasus pembantaian etnis Muslim Uighur di Xianjiang, China.

Bendahara Umum PP Muhammadiyah Anwar Abbas menegaskan bahwa baik Muhammadiyah dan MUI tidak bungkam. Keduanya pasti akan tetap menyuarakan tragedi kemanusiaan di Negeri Tirai Bambu itu.

"Sikap dari ormas-ormas Islam itu sudah jelas, yaitu amar maruf nahi mungkar. Muhammadiyah dan MUI akan tetap bersuara dengan lantang melawannya," tegas Anwar, yang juga Sekretaris MUI kepada wartawan, Jumat (13/12).


Hal serupa akan dilakukan terhadap tragedi yang terjadi di Afghanistan dan Palestina. Selama pemerintah Amerika Serikat tidak menghormati hak-hak rakyat di kedua negara, maka Muhammadiyah dan MUI tidak akan pernah tinggal diam dan akan terus bersuara.

“Muhammadiyah dan MUI tidak memusuhi negara China dan Amerika Serikat. Yang kami musuhi adalah perbuatannya yang tidak benar dan tidak manusiawi," tegasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya