Berita

Greta Thunberg/Net

Dunia

Aktivis Muda Perubahan Iklim: Para Pemimpin Dunia Adalah Humas Yang Kreatif

RABU, 11 DESEMBER 2019 | 19:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Aktivis muda perubahan iklim asal Swedia, Greta Thunberg meminta para pemimpin dunia untuk berhenti menggunakan akuntansi pintar dan berhenti menjadi humas yang kreatif untuk menghindari tindakan nyata terhadap perubahan iklim.

Pernyataan pedas itu disampaikan Thunberg pada KTT perubahan iklim PBB yang digelar Rabu (11/12). Dia menambahkan bahwa tindakan para pemimpin dunia saat ini akan menentukan masa depan planet bumi pada dekade selanjutnya.

Menurutnya, para pemimpin dunia kerap melakukan upaya untuk menemukan celah agar menghindari langkah perubahan besar.


"Bahaya sebenarnya adalah ketika politisi dan CEO membuatnya tampak seperti tindakan nyata terjadi ketika, pada kenyataannya, hampir tidak ada yang dilakukan selain dari akuntansi pintar dan humas kreatif," kata aktivis berusia 16 tahun itu pada Konferensi Iklim COP25 di Madrid, Spanyol.

Dia menambahkan, KTT tentang perubahan iklim tersebut tampaknya telah berubah menjadi semacam peluang bagi negara-negara untuk menegosiasikan celah dan untuk menghindari upaya pencegahan akan perubahan iklim.

"Hanya dalam tiga minggu kita akan memasuki dekade baru, dekade yang akan menentukan masa depan kita. Saat ini, kita putus asa untuk tanda-tanda harapan," sambungnya, seperti dimuat BBC.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Bahlil Dinilai Main Dua Kaki untuk Menjaga Daya Tawar Golkar

Senin, 09 Februari 2026 | 12:07

Informan FBI Ungkap Dugaan Epstein Mata-mata Mossad

Senin, 09 Februari 2026 | 12:02

Purbaya Ungkap Penyebab Kericuhan PBI BPJS Kesehatan: 11 Juta Orang Dicoret Sekaligus

Senin, 09 Februari 2026 | 11:55

Mantan Menteri Kebudayaan Prancis dan Putrinya Terseret Skandal Epstein

Senin, 09 Februari 2026 | 11:38

Mensos: PBI BPJS Kesehatan Tidak Dikurangi, Hanya Direlokasi

Senin, 09 Februari 2026 | 11:32

Industri Tembakau Menunggu Kepastian Penambahan Layer Cukai

Senin, 09 Februari 2026 | 11:26

Langkah Prabowo Kembangkan Energi Terbarukan di Papua Wujud Nyata Keadilan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:25

WNA China Tersangka Kasus Emas 774 Kg Diamankan Saat Diduga Hendak Kabur ke Perbatasan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:16

Tudingan Kapolri Membangkang Presiden Adalah Rekayasa Opini yang Berbahaya

Senin, 09 Februari 2026 | 10:51

Februari 2026 Banjir Tanggal Merah: Cek Long Weekend Imlek & Libur Awal Puasa

Senin, 09 Februari 2026 | 10:46

Selengkapnya