Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Mangkir Saat Hakordia, Pengamat: Jokowi Harusnya Tidak Berseberangan Dengan KPK

SELASA, 10 DESEMBER 2019 | 11:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Absennya Presiden Joko Widodo pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2019 yang diadakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa kemarin (9/12), menunjukkan seolah sedang terjadi masalah alias dalam keadaan tidak baik-baik.

Presiden Jokowi diwakili Wapres Mafuf Amin dalam peringatan Hakordia di Gedung Merah Putih KPK. Jokowi justru merayakan Hakordia bertajuk #PrestasiTanpaKorupsi yang digelar di SMK 57 Jakarta.

Begitu disampaikan Direktur Eksekutif Center for Social Political Economic and Law Studies (Cespels), Ubedilah Badrun saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (10/12).


"Seharusnya Presiden tidak harus menempatkan KPK sebagai lembaga yang berseberangan dengan dirinya," kata Ubed.

Aktivis 1998 ini menyesalkan sikap Presiden Jokowi yang justru terkesan tidak mensupport KPK. Hal itu lantaran dia tidak memenuhi undangan dan memilih merayakan Hakordia di tempat lain.

"Ini menunjukkan ada komitmen yang bermasalah di dalam diri Presiden dalam agenda pemberantasan korupsi," kata Ubed.

Ubed yang juga dosen UNJ ini menduga Presiden Jokowi ada upaya menghindar dari lembaga antirasuah. Terlebih, soal desakkan komisioner dan masyarakat sipil menolak revisi UU KPK yang baru, dan Jokowi urung menerbitkan Perppu.

"Mungkin juga karena UU KPK yang seolah-olah menjerat Presiden kan. Presiden terjebak di situ," tutur Ubed.

"Ya cara Presiden yang menolak hadir ke KPK sangat mungkin ditafsirkan sebagai sebuah sikap yang tidak etis. Karena seolah-olah Presiden tidak berpihak pada pemberasantaan korupsi. Bisa saja ditafsirkan seperti itu," imbuhnya menambahkan.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

RT/RW Didorong Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Senin, 06 Juli 2026 | 14:25

PKS Minta Kader di Daerah Dorong Perda Larang Kampanye LGBTQ

Senin, 06 Juli 2026 | 14:23

Bantah Isu PHK, Agrinas Palma Klaim Bakal Rekrut Lebih dari 20 Ribu Pekerja

Senin, 06 Juli 2026 | 14:13

Israel Berambisi Ciptakan Senjata Laser untuk Perang Antariksa

Senin, 06 Juli 2026 | 13:59

66 Negara Ini Melarang Homoseksual, Termasuk Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 13:57

Perpres soal LGBTQ Sejalan dengan Aspirasi Mayoritas Rakyat

Senin, 06 Juli 2026 | 13:51

Kubu Jokowi Nilai Praperadilan Kedua Roy Suryo Upaya Mengulur Persidangan

Senin, 06 Juli 2026 | 13:49

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Perempuan di Jawa Tengah

Senin, 06 Juli 2026 | 13:40

Kudeta Halus terhadap Calon Presiden

Senin, 06 Juli 2026 | 13:36

Tersangka Pemberi Suap Bupati Langkat Masih di Rutan Polda Sumut, KPK Perkuat Bukti

Senin, 06 Juli 2026 | 13:27

Selengkapnya