Berita

Gunung berapi di Pulau Putih Selandia Baru/BBC

Dunia

Gunung Berapi Di Pulau Putih Meletus, Lima Orang Meninggal Dunia

SELASA, 10 DESEMBER 2019 | 06:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebanyak lima orang meninggal dunia dan delapan orang lainnya masih dinyatakan hilang setelah gunung berapi di Pulau Putih Selandia Baru meletus pada Senin (9/12).

Hal itu dikonfirmasi oleh pihak kepolisian setempat. Selain itu, sebanyak 34 orang dinyatakan selamat, dengan 31 orang di antaranya masih menerima perawatan di rumah sakit. Banyak di antara mereka merupakan warga negara asing.

Dua di antara mereka yang dirawat adalah warga negara Inggris. Sedangkan Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan bahwa dia khawatir tiga hingga lima orang yang tewas adalah warga negaranya. Pasalnya, dia mengatakan bahwa 24 warga Australia berada di atas kapal pesiar yang menjelajahi pulau di Teluk Plenty ketika gunung berapi meletus.


Dari rombongan mereka, 13 orang telah dirawat di rumah sakit dan 11 orang lainnya belum ditemukan.

"Ini adalah tragedi yang mengerikan, saat kepolosan dan kegembiraan yang besar terputus oleh kengerian letusan itu," kata Morrison seperti dimuat BBC.

Selain itu, di antara mereka yang dinyatakan hilang atau cedera juga terdapat warga negara Amerika Serikat, China, Malaysia, dan Selandia Baru.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan bahwa dia ikut berduka atas kehilangan orang yang dicintai.

Ardern mengakui tingginya jumlah korban dari Australia.

"Dapatkah saya katakan kepada keluarga Australia kami, tidak ada dua negara yang lebih dekat dan kami sangat terpukul dengan apa yang telah terjadi di sini dan khususnya ingin mengakui mereka dari Australia yang terperangkap dalam insiden mengerikan dan mengerikan ini," katanya.

Pulau Putih, yang juga disebut Whakaari, adalah gunung berapi paling aktif di negara itu. Meskipun demikian, pulau milik pribadi itu adalah salah satu tujuan wisata dengan pesona alam yang sering dikunjungi wisatawan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya