Berita

Presiden Iran Hassan Rouhani/Net

Dunia

Presiden Iran Umumkan Anggaran Perlawanan Sanksi Sebesar 39 Miliar Dolar AS

SENIN, 09 DESEMBER 2019 | 07:33 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Iran Hassan Rouhani mengumumkan apa yang disebutnya sebagai "anggaran perlawanan" senilai 39 miliar dolar AS untuk melawan sanksi Amerika Serikat akhir pekan kemarin.

Dalam pengumumannya, Rouhani menjelaskan bahwa tujuan dari anggaran perlawanan itu adalah untuk mereduksi kesulitan yang muncul akibat sanksi dari Amerika Serikat. Negara tersebut diketahui saat ini tengah berjuang melawan penurunan ekonomi yang tajam dengan mata uang yang jatuh serta inflasi di atas 40 persen dan kenaikan harga impor.

Sementara itu, sanksi Amerika Serikat diberlakukan pada Mei tahun lalu dalam sengketa yang berpusat pada program nuklir Iran, termasuk embargo pada sektor minyak penting. Melalui sanksi, Amerika Serikat bertujuan untuk mengurangi penjualan minyak Iran menjadi nol. Hal itu sejalan dengan kampanye tekanan maksimum Amerika Serikat terhadap Iran.


Rouhani mengatakan kepada Parlemen bahwa anggaran perlawanan itu mencakup kenaikan upah sektor publik 15 persen.

"(Ini) adalah anggaran perlawanan dan ketekunan terhadap sanksi," kata Rouhani.

"Hal itu akan mengumumkan kepada dunia bahwa meskipun ada sanksi, kami akan mengelola negara, terutama dalam hal minyak," tambahnya, seperti dimuat Al Jazeera.

Rouhani mengatakan, anggaran 4,845 triliun rial atau setara dengan 39 miliar dolar AS dirancang untuk membantu rakyat Iran mengatasi kesulitan ekonomi.

Anggaran itu dibuat atas dasar prediksi bahwa pendapatan minyak Iran turun 40 persen.

"Kami tahu bahwa di bawah situasi sanksi dan tekanan, orang-orang dalam kesulitan. Kami tahu daya beli masyarakat telah menurun," kata Rouhani.

"Ekspor kita, impor kita, transfer uang, devisa kita menghadapi banyak masalah. Kita semua tahu bahwa kita menghadapi masalah dalam mengekspor minyak. Namun pada saat yang sama, kita berusaha untuk mengurangi kesulitan mata pencaharian masyarakat," tegasnya.

Rouhani menambahkan, meskipun ada sanksi Amerika Serikat, pemerintahnya memperkirakan bahwa ekonomi non-minyak Iran akan positif tahun ini.

"Bertolak belakang dengan apa yang orang Amerika pikirkan, bahwa dengan tekanan sanksi, ekonomi negara kita akan menghadapi masalah, alhamdulillah kita telah memilih jalan yang benar dan kita bergerak maju," katanya.

Draf anggaran untuk tahun keuangan yang dimulai akhir Maret 2020 itu harus terlebih dahulu diteliti dan dipilih oleh Parlemen.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Bahlil Dinilai Main Dua Kaki untuk Menjaga Daya Tawar Golkar

Senin, 09 Februari 2026 | 12:07

Informan FBI Ungkap Dugaan Epstein Mata-mata Mossad

Senin, 09 Februari 2026 | 12:02

Purbaya Ungkap Penyebab Kericuhan PBI BPJS Kesehatan: 11 Juta Orang Dicoret Sekaligus

Senin, 09 Februari 2026 | 11:55

Mantan Menteri Kebudayaan Prancis dan Putrinya Terseret Skandal Epstein

Senin, 09 Februari 2026 | 11:38

Mensos: PBI BPJS Kesehatan Tidak Dikurangi, Hanya Direlokasi

Senin, 09 Februari 2026 | 11:32

Industri Tembakau Menunggu Kepastian Penambahan Layer Cukai

Senin, 09 Februari 2026 | 11:26

Langkah Prabowo Kembangkan Energi Terbarukan di Papua Wujud Nyata Keadilan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:25

WNA China Tersangka Kasus Emas 774 Kg Diamankan Saat Diduga Hendak Kabur ke Perbatasan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:16

Tudingan Kapolri Membangkang Presiden Adalah Rekayasa Opini yang Berbahaya

Senin, 09 Februari 2026 | 10:51

Februari 2026 Banjir Tanggal Merah: Cek Long Weekend Imlek & Libur Awal Puasa

Senin, 09 Februari 2026 | 10:46

Selengkapnya