Berita

Polisi Grebek Penjualan Senapan Angin Ilegal/Net

Presisi

Polisi Amankan Puluhan Senapan Angin Ilegal Yang Dijual ke Daerah Konflik

SABTU, 07 DESEMBER 2019 | 19:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perakitan dan perdagangan senapan angin (air rifle) ilegal di Lumajang digrebek polisi. Ruko bernama 'Gun Shop' di Jalan Mayor Kamari Sampurno, Kelurahan Ditotrunan, Lumajang, diketahui milik Agus Hariyanto dan telah beroperasi sejak 2015.

Pemilik ruko beserta puluhan pucuk senapan angin dan puluhan pak peluru kaliber 5,5 mm, 6,35 mm, dan 9,0 mm, diamankan polisi.

"Tim kami bersama Polres Lumajang mengungkap tindak pidana perakitan dan perdagangan senapan angin ilegal di Lumajang. pengungkapan ini berawal dari laporan dari masyarakat," ungkap Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan di lokasi, Sabtu (7/12).


Luki mengatakan Agus sudah menjalankan usahanya sejak tahun 2015 dan memproduksi 250 pucuk senapan angin yag dijualnya ke 18 provinsi di Indonesia, termasuk ke daerah konflik seperti Papua dan Sulawesi.

Senapan angin tersebut dijual secara online maupun offline dengan harga bervariasi mulai Rp 3 hingga 20 juta.

"Sejak 2015 sudah memproduksi 250 pucuk senapan angin yang dijual ke 18 provinsi di Indonesia. Di antaranya daerah konflik seperti Papua dan Sulawesi. Dan senjata ini cukup berbahaya karena ada yang berkaliber 9 mm," terang Luki.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku terancam pasal 106 UU no 07 tahun 2014 tentang perdagangan dengan ancaman pidana penjara empat tahun atau denda sepuluh milyar rupiah serta pasal satu atau dua UU darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau hukuman penjara maksimal dua puluh tahun.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya