Berita

Bupati Karanganyar Juliatmono/Net

Politik

Dapat Jatah Rubicon Seharga Rp 2 M, Bupati Karanganyar Bilang Wong Ndeso Tidak Neko-neko

KAMIS, 05 DESEMBER 2019 | 07:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Banyak yang nyinyir soal jatah mobil dinas baru seharga Rp 2 Miliar, Bupati Karanganyar, Juliyatmono menanggapi dengan tenang.

Ia menampik jika mobil dinas Jeep Wrangler Rubicon itu atas usulan dirinya. Namun demikian, dia juga tak menolak jika diberi mobil dinas itu.

"Saya kan hanya memakai. Mungkin (ucapan) terima kasih, memberi penghargaan kepada saya," kata Yuli kepada wartawan, Rabu (4/12).


Yuli menegaskan ia tidak pernah meminta apa pun untuk kepentingan dirinya. Fasilitas apa pun yang didapat akan dia pakai. Menurutnya, selama ini dirinya tidak pernah neko-neko.

"Saya itu tidak pernah neko-neko. Saya kan sebenarnya punya hak, tapi tidak saya pakai sejak dulu. Saya kendaraan apa pun oke-oke saja. Fasilitas tidak pernah saya ributkan. Saya apa adanya, wong ndeso," ujarnya.

Mobil Rubicon tersebut sudah terlanjur dibeli. Sementara mobil dinas Toyota Fortunernya yang ada saat ini tetap akan dimanfaatkan.

"Karena sudah selesai (lelang), ya dipakai dong. (Mobil lama) masih dipakai, bisa untuk tamu," katanya lagi.

Yuli tidak mau memusingkan suara-suara pro dan kontra. Dia tetap akan melaksanakan pekerjaan dengan baik. "Siapa pun nyinyir nggak apa-apa, yang penting saya bekerja dengan baik. Kalau disediakan ya terima kasih," ujar kalem.

Jeep Wrangler Rubicon itu dibeli dengan dana APBD Perubahan 2019. Plt Kepala Badan Keuangan (BKD) Kabupaten Karanganyar, Narimo, mengatakan pembelian mobil sudah direncanakan sejak tahun lalu namun lelang terus mengalami kegagalan.

"Sebenarnya sudah sejak 2018 kita lelang, tapi gagal. Tahun 2019 juga kita lelang beberapa kali juga gagal. Baru sekarang ini ada yang menang lelang," kata Narimo, Rabu (4/12).

Mobil Rubicon dipilih terkait kondisi geografis Kabupaten Karanganyar yang terletak di lereng Gunung Lawu. Ada banyak tanjakan dan turunan tajam.

"Kalau mobil ini kan jenisnya cocok untuk kondisi Karanganyar. Banyak pegunungan dan daerah yang terjal," jelas Narimo.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya