Berita

WN China gunakan Indonesia sebagai markas penipuan/Net

Politik

WN China Bebas Nipu, Bukti Kedaulatan Bangsa Tak Benar-Benar Dijaga

RABU, 27 NOVEMBER 2019 | 16:14 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Fakta banyaknya warga negara China menggunakan Indonesia sebagai markas kejahatan online telah mencoreng citra yang selama ini dibangun pemerintah.

"Ini menjadi preseden buruk bagi pemerintah karena dianggap tidak sungguh-sungguh dalam menjaga kedaulatan bangsanya sendiri,” kata analis politik dari Indonesia Political Opinion, Dedy Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (27/11).

Ada posisi dilematis yang dirasakan pemerintah terkait kedatangan WN China yang cukup masif. Tak ada perlakuan khusus dari pemerintah, semua diperlakukan sama.


Namun di luar itu, permasalahan juga muncul seiring dengan banyaknya WN China di Indonesia.

“Kondisi ini seharusnya cukup sebagai peringatan bagi negara untuk lebih waspada terhadap WNA China, terlebih yang masuk secara ilegal. Presiden perlu memberi tekanan kepada lembaga relevan yang menangani persoalan ini,” tutupnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Polda Metro Geledah Sembilan Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Alat Konstruksi

Jumat, 18 September 2026 | 18:26

APBN Defisit Rp240 Triliun, IHSG-Rupiah Kompak Anjlok

Jumat, 18 September 2026 | 18:06

Sinopsis The Ordinary Jackpot, Drama Korea Terbaru Lee Jun-hyuk

Jumat, 18 September 2026 | 18:04

Usai Summarecon Agung, Rumah Anak Buah Nusron Wahid Digeledah KPK

Jumat, 18 September 2026 | 18:02

BNI Perkuat Peran Bank Sahabat Mahasiswa melalui Jatinangor Music Fest

Jumat, 18 September 2026 | 17:57

Geledah Kantor Summarecon Agung, Dokumen SHGB dan Bukti Elektronik Disita KPK

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Fahd A Rafiq Jadi Tersangka KPK 3 Kali, Ini Daftar Kasus yang Menjeratnya

Jumat, 18 September 2026 | 17:48

Kasus Summarecon Alarm Pembenahan Sistem Blokir Pertanahan

Jumat, 18 September 2026 | 17:42

Beda Influenza A dan Flu Biasa, Kenali Gejala dan Cara Membedakannya

Jumat, 18 September 2026 | 17:41

Paulus Tannos Tegaskan Tak Hindari Hukum, Minta Bukti Diuji Secara Adil

Jumat, 18 September 2026 | 17:28

Selengkapnya