Berita

Mike Pence di Erbil, Irak/Net

Dunia

Mendadak Kunjungi Irak, Wapres AS Tegaskan Dukungan Untuk Pemerintah Irak Dan Kurdi

MINGGU, 24 NOVEMBER 2019 | 06:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence menggelar kunjungan mendadak ke Irak akhir pekan ini. Dia mengunjungi pasukan Amerika Serikat yang ditempatkan di pangkalan udara al-Asad di provinsi Anbar di bagian barat negara tersebut. Wilayah itu diketahui diguncang oleh protes anti-pemerintah selama beberapa minggu terakhir.

Selain itu, dalam kunjungan pertama Pence ke Irak itu, dia juga berbicara dengan Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi melalui sambungan telepon. Dia juga bertemu dengan presiden wilayah otonomi Kurdistan, Nerchirvan Barzani, di Erbil.

Menurut sebuah sumber di kantor perdana menteri Irak, panggilan telepon yang dilakukan Pence dengan Abdul Mahdi membahas soal cara-cara untuk memperkuat hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Irak, serta kemungkinan solusi untuk krisis saat ini di negara kaya minyak itu.


"Panggilan telepon membahas perkembangan di Irak dan upaya reformasi pemerintah dalam menanggapi tuntutan para pemrotes," kata sebuah pernyataan dari kantor perdana menteri Irak, seperti dimuat Al Jazeera.

Di Erbil Sendiri, Pence menegaskan bahwa Amerika Serikat menghormati kedaulatan Irak. Dia pun mengatakan bahwa Abdul Mahdi meyakinkannya bahwa pasukan keamanan Irak tidak akan menggunakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa yang damai.

Kunjungan itu dilakukan di tengah-tengah protes anti-pemerintah di Baghdad dan di sejumlah wilayah lain di Irak yang terjadi sejak beberapa minggu terakhir.

Pengunjuk rasa turun ke jalan sejak awal Oktober lalu menuntut layanan dasar serta mengakhiri korupsi yang merajalela. Mereka juga menuntut agar pemerintahan saat ini mengundurkan diri dan pemilihan umum baru digelar.

Unjuk rasa yang kerap berujung bentrok di Irak telah menewaskan sedikitnya 325 pengunjuk rasa dan melukai 15.000 orang lainnya.

Sementara itu, sejumlah pengamat menilai bahwa kunjungan Pence adalah cara yang diambil Amerika Serikat untuk meyakinkan Kurdi di Suriah utara. Hal itu dipertegas oleh Pence yang mengatakan di Irak bahwa pemerintah Amerika Serikat ingin bekerja sama dengan Kurdi untuk menstabilkan situasi di Suriah.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Harga Minyak Dunia Menetap di Level 84 Dolar AS

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:17

Kejaksaan Agung Casablanca Bebaskan A.M. demi Jaga Objektivitas Proses Hukum

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:16

Usulan Nasdem Naikkan Ambang Batas Diduga untuk Jegal PSI

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:14

Komisi XII DPR: Kelangkaan BBM di Sumut Bukan Persoalan Biasa

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:58

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Dolar AS Melemah ke Rp17.943

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:45

Pertarungan Bisnis Adidas-Nike dan Pundi Pundi FIFA di Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:44

Pulau Baai Butuh Solusi Permanen, Bukan Pengerukan Berulang

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:39

Emas Antam Anjlok Rp27.000, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:31

Bobby Adhityo Dicecar KPK soal Pengaturan Temuan Audit BPK

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:26

Terungkap, 307 Ribu QR Code BBM Subsidi Bermasalah Diblokir

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:17

Selengkapnya