Berita

Alex Yeung/Net

Dunia

Galang Pertemuan Publik Ilegal Di Singapura, Seorang Warga Hong Kong Direpatriasi

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 | 16:07 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Seorang pengusaha restoran asal Hong Kong di Singapura direpatriasi dan dilarang untuk kembali ke negeri Singa tersebut karena telah menggalang pertemuan secara ilegal.

Adalah Alex Yeung, pemilik restoran itu diduga telah mengorganisir sebuah pertemuan pada 11 Oktober lalu untuk membahas pandangan mengenai unjuk rasa yang selama lima bulan ini terus membayangi Hong Kong. Sayangnya, pertemuan publik tersebut belum mengantongi izin dari pihak berwenang.

"Alex Yeung tidak akan diizinkan masuk ke Singapura lagi tanpa izin dari pihak berwenang," ujar Singapore Police Force (SPF) pada Rabu (20/11) seperti yang dimuat Channel News Asia.


SPF juga menyatakan paspor yang bersangkutan telah disita sejak 7 November lalu ketika melakukan penyelidikan.

Sebelumnya, SPF mengaku telah mengeluarkan peringatan keras kepada Yeung untuk tidak mengorganisir pertemuan tanpa izin polisi karena melanggar Undang-Undang Ketertiban Umum. Tidak hanya Yeung, peringatan tersebut juga diberikan kepada seorang warga negara Singapura yang dinaturalisasi karena memfasilitasi pertemuan publik yang serupa.

Atas insiden ini, ada seruan agar Singapura tidak menghukum Yeung. Namun SPF menyatakan Singapura tidak akan mengadvokasi tujuan politik orang asing di Singapura, baik melalui pertemuan publik maupun cara-cara terlarang lainnya.

"Polisi menyelidiki kasus Yeung sesuai dengan proses kami yang biasa dan sesuai dengan hukum kami," lanjut SPF.

Menuju enam bulan unjuk rasa, Hong Kong masih dipenuhi oleh bentrokan antara demonstran dan pengunjuk rasa. Unjuk rasa bahkan semakin instens dan keras seiring dengan isu penyalahgunaan kekuatan dari polisi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya