Berita

Ibukota Baru Indonesia di Kalimantan Timur/Net

Nusantara

Butuh Dana Rp 256,5 Triliun Untuk Bangun Ibukota Baru

RABU, 20 NOVEMBER 2019 | 19:48 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membeberkan total biaya yang diperlukan untuk membangun ibukota baru di Kalimantan Timur. Adapun total biaya yang diperlukan mencapai Rp 256 triliun.

Pernyataan tersebut terlontar dari Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Gedung Kura-Kura, Senayan, Rabu (20/11).

Dalam pencairan dananya, pemerintah pusat bakal menggelontorkan dana secara bertahap dimulai pada tahun 2020 hingga 2024. Pada awal tahun depan, PUPR bakal mendapat sokongan dana sebesar Rp0,9 triliun. Kemudian untuk tahun 2022 bakal disalurkan sejumlah Rp51,7 triliun.


Adapun untuk tahun 2022, pemerintah akan mengalokasikan dana sebesar Rp.76,9triliun.  Kemudian di tahun 2023 sebesar Rp.98,2 triliun dan fase terakhir tahun 2024 sebesar Rp.28,8 triliun.

"Mungkin secara awal (pendanaannya) sangat sedikit pada 2020. Tapi akan dimulai besar pada tahun 2021, 2022, 2023 sampai 2024,” beber Danis di lokasi.

Danis menjelaskan total biaya Rp 256triliun itu dibagi menjadi empat segmen, antara lain sumber daya air; jalan dan jembatan; pemukiman dan perumahan. Hal ini merupakan kebutuhan pemerintah, ASN dan warga setempat.

“Kebutuhan infrastruktur dasar yaitu dari asumsi populasi 1,5 juta orang, kebutuhan konsumsi air 150 liter perhari per orang, kebutuhan debit air sekitar 4,1 meter kubik per detik,” katanya.

Lebih lanjut Danis menjelaskan, kawasan ibukota negara akan dibangun sekitar 57 km tol ring road. Akses jalan nasional pusat pemerintahan sepanjang 71 km dan 129 km di beberapa titik kawasan ibukota baru.

“Adapun untuk mendukung fasilitas tadi, kita juga mendukung fasilitas pejalanan kaki, lajur sepeda dan identifikasi rel kereta api. Dan dari jumlah rumah keluarga sebanyak 307 ribu unit hunian,” ucapnya.

Jadwal pembangunan empat segmen tersebut, kata Danis, akan dilaksanakan secara bertahap. Kementerian PUPR menargetkan pembangunan infrstruktur dasar selesai pada akhir tahun 2020 dan akan melanjutkan pembangun infrastruktur khusus akan berlangsung tahun 2023.

“Sehingga diharapkan 2024 proses pemindahan ibu kota bisa dimulai secara bertahap,” tandasnya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya