Berita

Wajib Campak di Jerman/Net

Dunia

Jerman Keluarkan UU Wajib Vaksin Campak Denda bagi Yang Melanggar

SENIN, 18 NOVEMBER 2019 | 07:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Parlemen Jerman, Bundestag -- mengesahkan undang-undang wajib vaksinasi campak.

UU yang mulai berlaku pada Maret 2020 itu  mewajibkan semua anak-anak yang akan masuk TK agar menyertakan bukti imunisasi atau berisiko ditolak. Anak-anak berusia 6 dan lebih, yang diwajibkan UU bersekolah, juga harus menunjukkan bukti telah divaksin, seperti dilansir dari  laman The New York Times, Jumat (15/11).

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn, mengeluarkan peraturan agar  para orang tua di Jerman harus dapat membuktikan bahwa anaknya telah divaksinasi sebelum mengirim anaknya ke sekolah atau ke penitipan anak.


Sebelum vaksinasi campak dan vaksinasi lainnya diperkenalkan pada 1963,  penularan secara besar-besaran selalu terjadi.

Setidaknya setiap dua atau tiga tahun, sekitar 2,6 juta orang meninggal karena penyakit menular yang berbahaya  dan kebanyakan adalah anak-anak.

Campak sempat hilang seiring dengan 'wajib' vaksin.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah di seluruh dunia diwajibkan  untuk kembali melawan penyakit campak yang mulai muncul.

"Undang-undang Perlindungan Melawan Campak" menetapkan hingga bulan Maret 2020, bahwa seluruh anak-anak dan para pekerja di sekolah, fasilitas kesehatan, dan komunitas terkait, wajib divaksinasi.

Ini termasuk para pencari suaka dan pengungsi di tempat penampungan.

Orang tua yang tidak memberikan vaksinasi kepada anaknya akan dikenai denda sebesar 2,500 Euro, atau sekitar Rp 39 juta dan anak-anak bisa dilarang untuk masuk ke taman kanak-kanak atau penitipan anak.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya