Berita

Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal/Net

Politik

Inilah 6 Keputusan Rakornas PKS, Nomor Pertama Tegas Jadi Partai Oposisi

SABTU, 16 NOVEMBER 2019 | 13:28 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2019 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menghasilkan enam keputusan strategis terkait situasi bangsa saat ini.

Pertama, berkomitmen untuk berjuang di luar pemerintahan dalam mengawasi jalannya roda pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin.

Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal mengatakan, sikap politik ini dilandasi pemikiran bahwa PKS berkomitmen untuk menjaga etika kepantasan dalam berdemokrasi.


"Dengan merawat demokrasi agar tetap sehat dan berjalan di atas rel yang benar dengan memperkuat fungsi check and balances, serta menjadi penyambung lidah rakyat Indonesia," ujar Mustafa Kamal saat membacakan Hasil Rakornas PKS 2019 di Jakarta, Sabtu (16/11).

Kedua, berkomitmen untuk memperjuangkan terealisasinya janji-janji politik PKS pada pemilu 2019 yakni membebaskan pajak sepeda motor ber-cc kecil; SIM berlaku sekali seumur hidup; membebaskan pajak penghasilan untuk masyarakat yang berpenghasilan kurang dari 8 juta rupiah; dan memperjuangkan RUU Perlindungan Ulama, Tokoh Agama dan Simbol Agama-Agama, dan kebijakan publik strategis prioritas lainnya, bekerja sama dengan seluruh elemen bangsa.

Ketiga, berkomitmen terus menjaga dan mengamalkan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai konsensus-konsensus dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Mustafa Kamal menegaskan, tidak ada tempat bagi separatisme, komunisme, radikalisme, terorisme, dan seluruh ideologi yang bertentangan dengan konsensus-konsensus dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Dalam hubungan dengan ini, Partai Keadilan Sejahtera mendeklarasikan Sekolah Cinta Indonesia, yang diperuntukkan bagi anggota partai dan masyarakat umum, yang diselenggarakan di kantor-kantor partai, dari pusat sampai ke daerah," papar politisi asal Palembang ini.

Keempat, menjadikan tahun 2020 sebagai Tahun Rekrutmen Anggota Baru Partai secara terbuka kepada masyarakat yang ingin bergabung bersama PKS di seluruh kantor-kantor PKS di seluruh Indonesia.

Mustafa mengungkapkan, PKS berkomitmen untuk menjadi partai pelopor dalam melayani, memberdayakan dan membela kepentingan rakyat Indonesia tanpa membedakan-bedakan latar belakang suku, agama, ras, adat dan pilihan politiknya.

"Rakornas 2019 mengukuhkan PKS sebagai partai kader yang berbasis massa yang terbuka terhadap bergabungnya tokoh-tokoh bangsa dengan membentuk Dewan Pakar dan/atau Dewan Kehormatan dari tingkat pusat sampai dengan kabupaten/kota," papar dia.

Kelima, PKS berkomitmen memenangkan kompetisi Pilkada 2020 dengan cara bermartabat dan penuh keberkahan, menolak segala bentuk politik uang, ujaran kebencian, berita bohong, politisasi SARA, intervensi aparat dan pemerintah, dan segala bentuk kecurangan dan pelanggaran baik yang bersifat yuridis maupun etis.

"PKS mencanangkan target pemenangan 60 persen Pilkada serentak di 270 kabupaten/kota pada 2020 dan siap bekerjasama dengan seluruh partai politik dan elemen masyarakat guna mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia," urainya.

Keenam, memperkuat sistem organisasi partai melalui good party governance untuk mengukuhkan pelayanan kepada rakyat, dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) partai agar memiliki kapasitas, kualitas dan komitmen yang lebih baik.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya