Berita

Direktur Topografi TNI AD, Brigjen Asep Edi Rosidin/RMOL

Nusantara

TNI AD: Infrastruktur Perbatasan Sebagian Besar Sudah Dibangun

SABTU, 16 NOVEMBER 2019 | 12:58 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pembangunan infrastruktur telah dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo secara masif. Apalagi, pembangunan infrastruktur tersebut sangat berdampak bagi masyarakat Indonesia yang berada di wilayah perbatasan.

Menanggapi itu, Direktur Topografi TNI AD, Brigjen Asep Edi Rosidin mengakui, pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan khususnya perbatasan Indonesia-Malaysia sudah terlihat dan berdampak mempermudah masyarakat untuk menjalankan kegiatan, baik kegiatan ekonomi serta kegiatan lain.

"Masalah infrastruktur memang pemerintah saya lihat sudah banyak berbuat, sebagian besar sudah dibangun infrastruktur," ucap Brigjen Asep di acara diskusi Polemik dengan tema "Apa Kabar Perbatasan Indonesia-Malaysia" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/11).


Namun kata Brigjen Asep, pembangunan infrastruktur tersebut belum dirasakan seluruh masyarakat di perbatasan Indonesia-Malaysia. Masih ada beberapa daerah yang membutuhkan adanya infrastruktur untuk menunjang kegiatan perekonomian.

"Memang sebagian yang lain belum. Sehingga mungkin ini saran kepada pemerintah harus mengidentifikasi mana sih yang belum-belum ini supaya yang belum ini bisa meletakkan seperti yang sudah ada infrastrukturnya," jelasnya.

Salah satunya kata Brigjen Asep ada di Lampung Lumbis, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Disana, masyarakat masih kesulitan akses untuk berpergian. Apalagi terkhusus bagi anak sekolah yang membutuhkan jalan yang bagus lantaran mereka harus mengeluarkan biaya yang besar jika menggunakan kendaraan.

"Salah satu yang mungkin belum dapat perhatian yang saya ketahui itu ada yang namanya Kampung Lumbis, itu di Kabupaten Nunukan. Ongkosnya mahal, sehingga mereka kalau mau sekolah itu biayanya sangat mahal," ungkapnya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya