Berita

Bangkai babi banyak dibuang di sungai dan danau/RMOLSumut

Nusantara

Gegara Bangkai Babi Dibuang Di Sungai, Warga Takut Makan Ikan

JUMAT, 15 NOVEMBER 2019 | 18:27 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Dampak lanjutan dari dibuangnya bangkai babi di sungai dan danau mulai terasa. Warga di wilayah Medan mendadak jadi takut makan ikan

Siti, warga Tanjung Pura, Langkat, menuturkan bahwa ikan-ikan di Pasar Tanjung Pura kini tidak laku karena kasus babi ini.

“Ikan jadi kurang laku, kasihan yang jualan ikan. Jadinya ikan bertumpuk-tumpuk karena tidak laku. Padahal harganya murah,” katanya kepada Kantor Berita RMOLSumut, Jumat (15/11).


Siti mengaku bahwa sudah seminggu terakhir ia dan keluarga tidak mengonsumsi ikan karena merasa jijik. Pun takut terkena dampak dari virus yang menjadi penyebab kematian ribuan babi di Medan dan sekitarnya.

“Ya gantinya tahu, tempe, telur. Apa saja lah selain ikan,” ujarnya.

Siti menyayangkan kejadian pembuangan babi di Sungai Bederah dan Danau Siombak di Marelan. Bahkan, menurutnya, meski terjadi di Medan, dampaknya dirasakan hingga ke tempat tinggalnya di Langkat.

“Tapi sempat baca berita juga sampai ke Sungai Wampu Stabat. Jadinya kami di sini ibu-ibu jadi malas belanja ikan karena takut virus babi itu,” tuturnya.

Siti berharap pemerintah bisa mengatasi kekhawatiran yang dialami masyarakat dengan cepat menangani persoalan ini.

“Ya semoga aja lah hal seperti ini gak terulang lagi. Kasihan orang yang suka makan ikan jadi takut. Orang yang jual ikan juga kasihan karena nggak laku. Semoga saja pemerintah sama polisi bisa tegas dan pelakunya cepat ditangkap,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya