Berita

Deddy Mizwar (berkemeja putih) sat Kongres PPFI ke-XX/Istimewa

Nusantara

Deddy Mizwar Terpilih Sebagai Ketua Umum Baru PPFI

RABU, 13 NOVEMBER 2019 | 23:06 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Aktor, sutradara dan produser Deddy Mizwar terpilih  sebagai ketua umum baru Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) dalam kongres XX organisasi para produser film itu di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta, Rabu, (13/10).

Sebelumnya, pemeran Naga Bonar itu  terpilih sebagai  formatur bersama Ilham Bintang, dan Manoj  Punjabi. Mereka dipilih oleh peserta kongres dan diamanatkan untuk memilih ketua umum dan pengurus PPFI. Hanya dalam waktu tidak lebih dari 30 menit formatur secara mufakat  menetapkan Deddy Mizwar sebagai ketua umum baru PPFI untuk priode 2019 - 2022. Dia menggantikan Firman Bintang yang sebelumnya memimpin PPFI selama dua priode (2012-2015 dan 2015-2018).
 
Deddy Mizwar menakhodai  PPFI didampingi oleh Sekjen Zairin Zein. Adapun pengurus lain, masing-masing ketua bidang produksi Judith J Dipodiputro, ketua bidang  peredaran Manoj Punjabi, ketua bidang hubungan luar negeri Anrit  Punjabi dan ketua bidang organisasi Wina Armada Sukardi.


Sidang kongres yang dipimpin Ilham Bintang berlangsung lancar, hanya memakan waktu sekitar  dua jam, termasuk  untuk rapat formatur.

Dalam kongres terpilih pula lima anggota Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO), masing-masing Firman Bintang sebagai ketua dan anggota Ilham Bintang, Harry Simon, Adisurya Abdy  dan Sofian Saleh.

Dalam sambutan pertama setelah terpilih sebagai ketua umum PPFI, Deddy Mizwar menegaskan akan mengajak  semua pihak yang terlibat dalam perfilman ikut berperan aktif nemajukan perfilman Nasional.

“Karena tantangan ke depan dunia perfilman Indonesia sangat besar,” katanya.

Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat itu  sejak remaja bergelut dengan dunia film. Diawal sebagai aktor, antara lain berperan sebagai Nagabonar dalam film berjudul sama. Peraih banyak Piala Citra Aktor Terbaik FFI  itu boleh dikatakan sosok film Indonesia paling lengkap. Kelak, ia juga menyutradarai banyak film, hasil produksi perusahaan filmnya sendiri:  Demi Gisela Film.

Kini di atas pundaknya diletakkan paling sedikit tiga amanah para produser film Indonesia. Pertama, mengupayakan seluruh film Nasional mendapatkan kesempatan sama ditayangkan di bioskop, sesuai amanah UU Perfilman No 33/1999.

Yang kedua, keringanan pajak tontonan yang tidak hanya berlaku di Jakarta, tetapi di seluruh wilayah edar atau kota kunci pemutaran film Indonesia di Tanah Air. Harapan ketiga, revisi UU Perfilman yang lebih berpihak pada film-film Nasional.

Dalam laporan pertanggungjawaban Firman Bintang memang disebutkan masih banyak produser film yang menderita kerugian karena filmnya tidak mendapat kesempatan tayang di bioskop. Kalau pun dapat, namun jumlah layarnya hanya sedikit.

“Sehingga tidak memungkinkan mereka kembali modal dan merencanakan produksi film kembali,” kata Firman.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya