Berita

Ketua Tanfidziyah PBNU, Robikin Emhas/Net

Nusantara

PBNU Apresiasi Polri Yang Gerak Cepat Tangkap Penista Nabi Muhammad Lewat Game

RABU, 13 NOVEMBER 2019 | 00:24 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengapresiasi langkah cepat Mabes Polri yang mengungkap kasus dugaan penistaan agama terhadap Nabi Muhammad SAW.

"Alhamdulillah polisi bergerak cepat. Kita apresiasi," kata Ketua Tanfidziyah PBNU, Robikin Emhas lewat keterangan tertulisnya, Selasa (12/11).

Robikin menuturkan, visualiasi dalam bentuk lukisan, patung, rekaan foto, animasi, karikatur atau media lain apa pun, tidak akan sanggup “memotret” sosok Nabi Muhammad SAW.


"Bahkan dengan teknologi terkini yang paling canggih sekali pun," ujar

Robikin menambahkan, ulama telah mengambil ijma’ sukuti tentang larangan melukis Nabi Muhammad dan Rasul. Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi penyalahgunaan agama untuk maksud dan tujuan yang bertentangan dengan tujuan agama itu sendiri.

"Juga agar kemurnian ajaran Islam, baik dari segi aqidah, syariat maupun akhlak terjaga dengan baik," jelasnya.

Robikin mengimbau masyarakat untuk tidak ada yang terpancing dan mempercayakan semuanya kepada pihak yang berwajib.

"Kita tunggu polisi mengungkap apa latar belakang, motivasi dan tujuan pembuatan game itu, termasuk kemungkinan adanya pihak tertentu di balik layar. Jangan ada kegaduhan. Khawatir justru kegaduhan itu yang diharapkan," paparnya.

Untuk diketahui, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang pria berinisial IG yang diduga membuat aplikasi game terkait Nabi Muhammad SAW. Dia ditangkap pada Sabtu, 9 November lalu di Karangpawitan, Garut, Jawa Barat.

IG diduga terlibat dalam pembuatan sebuah game online Remi Indonesia. Permainan yang diduga diproduksi oleh Developer ParagiSoft itu dinilai menistakan agama karena terdapat pilihan menu yang tidak pantas dengan menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya