Berita

Korea Selatan dan Korea Utara/Net

Dunia

Pertama Kali Sejak Perang, Korsel Deportasi Warga Korea Utara

JUMAT, 08 NOVEMBER 2019 | 15:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Korea Selatan mendeportasi dua nelayan asal Korea Utara setelah sebelumnya ditangkap di selatan perbatasan Laut Timur pada Sabtu (2/11).

Jurubicara Kementerian Unifikasi Seoul, Lee Sang-min mengatakan, dua nelayan tersebut masih berusia 20-an tahun. Dilansir Times, keduanya melarikan diri seteah membunuh 16 orang sesama anak buah kapal, termasuk kapten kapal.

Berdasarkan penyelidikan, kapal tersebut awalnya berisi 19 orang saat meninggalkan pelabuhan Kimchaek Utara di pantai timur pada Agustus lalu. Saat memancing di perairan dekat Rusia, kedua nelayan dan seorang awak kapal kemudian membunuh sang kapten karena melakukan pelecehan.


Ketiga pelaku kemudian membunuh 15 rekannya untuk menutupi kejahatan. Setelah membunuh, mereka kembali ke pelabuhan Kimchaek, namun satu awak ditangkap di dekat pelabuhan. Sedangkan dua pelaku lainnya kabur ke Korea Selatan menggunakan kapal yang sama.

Pada Kamis (7/11), kedua pelaku kemudian diusir dan dikembalikan ke Korea Utara karena tidak dapat diakui sebagai pengungsi sesuai dengan hukum internasional. Lee mengatakan, keduanya dikirim kembali ke Korea Utara melalui perbatasan darat.

Tindakan deportasi ini merupakan pertama kali dilakukan Korea Selatan sejak akhir perang Korea 1953. Sejak saat itu pula, sebanyak 32.000 warga Korea Utara telah melarikan diri ke Korea Selatan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya